Kapolda NTT Pimpin Langsung Pencarian Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah

29 December 2025 - 14:32 WIB
Dokumentasi Polda NTT

Tribratanews.polri.go.id - NTT. Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Rudi Darmoko, turun langsung menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memimpin langsung Operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Dalam peristiwa tersebut, masih ada empat Warga Negara Asing (WNA) Spanyol yang dinyatakan hilang.

"Bapak Kapolda NTT turun langsung ke lapangan memantau operasi SAR internasional, bertemu korban selamat, memberikan arahan kepada tim, sekaligus meninjau kesiapan pengamanan wisata premium Labuan Bajo," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra dalam keterangan resmi, Senin (29/12/25).

Kabid Humas menegaskan, para pejabat utama Polda NTT pun turut serta dalam keberangkatan ini. Ia menerangkan, hal ini sebagai bukti Polri yang peduli, responsif, dan siap melindungi wisatawan dunia.

Sebelum keberangkatan, Kapolda juga melakukan pengecekan kesiapan lima personel Direktorat Polairud Polda NTT di Bandara El Tari Kupang. Menurutnya, terdapat lima personel yang merupakan operator peralatan SAR sekaligus penyelam profesional dengan kemampuan menyelam di kedalaman tinggi akan bergabung dengan tim SAR di Labuan Bajo.

“Kehadiran personel Ditpolairud yang memiliki keahlian khusus ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan kapal maupun korban yang masih dalam pencarian,” jelas Kombes Pol. Henry.

Dalam mendukung operasi SAR, Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan sejumlah alat material khusus (almatsus) berteknologi tinggi ke Labuan Bajo, antara lain Sonar System untuk mengidentifikasi kondisi dasar perairan dan mendeteksi objek yang menjadi target operasi. Selain itu, diketahkan ROV atau drone bawah air guna mengamati kondisi bawah laut di sekitar titik yang terdeteksi sonar.

Ia menyebut, ada juga pengerahan Tactical Diver Thruster sebagai alat bantu penyelam untuk bermanuver di arus laut yang kuat. Lalu, Seabob yang digunakan untuk pengamatan dasar laut dari permukaan sambil snorkeling, serta membantu mobilitas penyelam.

"Ada juga Surface Marker Buoy (SMB) sebagai penanda lokasi oleh penyelam dan teropong untuk membantu pengamatan visual di permukaan laut," ungkapnya.

Lebih lanjut Kombes Pol. Henry mengungkap, pengerahan personel dan peralatan canggih tersebut merupakan bentuk komitmen Polda NTT dalam mengedepankan keselamatan jiwa manusia sebagai prioritas utama. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan agar operasi SAR berjalan lancar dan membuahkan hasil maksimal.

“Polda NTT akan terus bersinergi dengan Basarnas, TNI AL, KSOP, Polair Mabes Polri, serta seluruh unsur terkait hingga seluruh korban ditemukan. Ini adalah tugas kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi,” ujarnya.


(ay/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment