Gerakan Pangan Murah Polri Mampu Salurkan 195 Ribu Ton Beras SPHP

26 January 2026 - 15:46 WIB
Antara

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Polri telah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui penyaluran beras SPHP. Pada 2025, Polri melampaui target penyaluran beras SPHP sebanyak 195.635 ton.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Jenderal Sigit mulanya menjabarkan target awal penyaluran beras SPHP oleh Bulog pada 2025 yakni 1,5 juta ton.

"Dalam rangka menjaga stabilitas harga beras, Polri menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui penyaluran beras SPHP. Awalnya, target penyaluran beras SPHP oleh Bulog pada tahun 2025 adalah sebesar 1,5 juta ton," ujar Kapolri.

Sebelum Polri turut serta, sisa target Bulog pada tahun tersebut adalah sebesar ±1,3 juta ton. Dari sisa target Bulog tersebut, kata Jenderal Sigit, Polri diberikan target penyaluran sebanyak 10%, yaitu sebesar 131.882 ton.

Dalam perjalanannya, Kapolri mengatakan penyaluran beras SPHP yang diberikan ke Polri melampaui target. Sampai dengan 8 Januari, sebanyak 195.635 ton pada 142.873 titik telah disalurkan.

"Sampai dengan 8 Januari 2026, Polri telah melaksanakan penyaluran beras SPHP sebanyak 195.635 ton pada 142.873 titik. Capaian tersebut melampaui target yang diberikan kepada Polri, sekaligus memberikan kontribusi signifikan, yakni 32,04% dari total realisasi penyaluran Bulog secara nasional serta 62,8% dari realisasi penyaluran oleh instansi pemerintah," terang Kapolri.

Karena sudah melebihi target, kata Kapolri, penyaluran beras SPHP dihentikan sementara. Ia menyebut penyaluran beras SPHP yang melebihi target itu berhasil menjaga stabilitas harga.

"Sehubungan dengan capaian yang telah melebihi target tersebut, terhitung sejak 8 Januari 2026 kegiatan GPM Polri berupa penyaluran beras SPHP sementara waktu dihentikan karena telah melebihi target yang ditentukan," ujar Kapolri.

"Berbagai upaya Polri tersebut telah berhasil menjaga stabilitas harga dan ketersediaan berbagai Bapokting, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan gejolak harga di tengah masyarakat," lanjutnya.

(ndt/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment