Tribratanews.polri.go.id - Sulawesi Barat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pertemuan dengan Polda Sulbar membahas penguatan sinergisitas dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di daerah itu.
"Pertemuan ini sebagai implementasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis (Garatta TBC), melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC," ujar Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar.
Pada pertemuan itu, ia didampingi Sekretaris Dinkes P2KB dr Marintani Erna Dochri serta dihadiri Direktur Binmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati, Kabid Dokkes Polda Sulbar dr Elvis Jefferson, tim teknis Dinkes P2KB serta pengelola program tuberkulosis Provinsi Sulbar.
Berdasarkan data semester pertama tahun 2026, Sulbar memiliki estimasi 5.504 kasus TBC, sedangkan hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.743 kasus.
Di sisi lain, estimasi kontak erat pasien TBC mencapai 7.249 orang, namun baru 365 orang yang telah memperoleh terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Data tersebut menunjukkan masih besar ruang yang harus dikejar melalui penguatan penemuan kasus, investigasi kontak dan pemberian TPT.
Ia mengatakan percepatan eliminasi TBC tidak mungkin hanya mengandalkan tenaga kesehatan, namun dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk jajaran kepolisian yang memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui bhabinkamtibmas.
Kolaborasi dengan Polda Sulbar, katanya, langkah strategis mempercepat penemuan kasus, investigasi kontak, serta memastikan masyarakat yang berisiko memperoleh terapi pencegahan tuberkulosis.
"Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan," ujarnya. Dilansir dari Antara, Minggu (5/7/26).
Dinkes P2KB Sulbar bersama polda akan memperkuat sistem monitoring berbasis data agar setiap capaian dapat dipantau secara berkala.
Kabid Dokkes Polda Sulbar dr Elvis Jefferson menyoroti pentingnya keterlibatan rumah sakit dalam mempercepat penemuan kasus TBC.
"Banyak pasien TBC pertama kali teridentifikasi di rumah sakit.
Karena itu, rumah sakit harus menjadi bagian penting dalam jejaring penanganan TBC agar seluruh pasien yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti hingga tuntas," katanya.
Melalui penguatan sinergi ini, Dinkes P2KB Sulbar dan Polda Sulbar optimistis percepatan eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif.
(ax/hn/rs).