Dari Like ke Radikal? 130 Pelajar SMK di Sorong Dibekali Jurus Tangkal Propaganda Medsos

9 January 2026 - 12:43 WIB

Tribratanews.polri.go.id -SORONG — Penyalahgunaan media sosial sebagai sarana penyebaran paham intoleran, radikal, dan teroris (IRT) menjadi perhatian serius Densus 88 AT Polri. Untuk mencegah hal tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri hadir dalam kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang)* di Aula SMK Modelink Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT itu diikuti oleh sekitar 130 peserta yang terdiri dari siswa-siswi serta dewan guru SMK Modelink Kabupaten Sorong.

Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari IPDA M. Arfa Jaya, S.H., Briptu Halim Hanafi, S.H., dan Briptu Iqro Anggi Permadani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut  AIPDA Zumardin AB* selaku Kanit Binmas Polsek Aimas, AIPDA Syaril sebagai Bhabinkamtibmas Kampung Klain, serta Maskuri yang mewakili Kepala Sekolah SMK Modelink Kabupaten Sorong.

Dalam pemaparannya, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai pola dan modus penyebaran paham IRT melalui platform digital, mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga konten daring provokatif yang kerap menyasar kalangan remaja.

"Media sosial hari ini bukan hanya ruang berekspresi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda. Karena itu, siswa harus memiliki literasi digital dan sikap kritis agar tidak mudah terpengaruh konten menyesatkan, ujar salah satu narasumber dari Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri".

Selain kepada para pelajar, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri juga menekankan peran strategis dewan guru dalam melakukan pengawasan, pembinaan, serta deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa yang berpotensi mengarah pada paparan paham IRT.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para siswa dan guru aktif berbagi pengalaman seputar penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Sosialisasi Kebangsaan ini, diharapkan terbangun sinergi antara aparat, pihak sekolah, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham intoleran, radikal, dan teroris di wilayah Kabupaten Sorong.

(ta/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment