Tribratanews.polri.go.id - Sanggata. Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Kutai Timur mengintensifkan kegiatan sambang dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyebaran informasi hoaks. Dalam kegiatan ini, personel Satbinmas menyasar sejumlah titik, di antaranya tokoh masyarakat adat Kutai, H. Sapri di Jalan KM 01, warga di Jalan Hidayatullah Kelurahan Teluk Lingga, serta personel keamanan (security) di kawasan Patka dan Kantor Pemkab Kutai Timur di Bukit Pelangi.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi karhutla meningkat seiring perubahan iklim dan dampak El Nino yang dapat memicu musim kemarau panjang. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat memecah belah persatuan.
Personel Polres Kutim juga memberikan arahan kepada personel keamanan agar selalu menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta menghindari tindakan yang melanggar hukum. Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang berkelanjutan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
“Kami terus mendorong pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Pencegahan karhutla dan penanggulangan hoaks membutuhkan peran aktif semua pihak, bukan hanya aparat kepolisian,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Rabu (22/4/26).
Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan stabilitas sosial, terutama menjelang musim kemarau dan dinamika sosial di masyarakat. AKBP Fauzan berharap melalui kegiatan sambang dan edukasi yang rutin dilakukan, kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga lingkungan serta menciptakan keamanan bersama.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat luas. Begitu juga dengan informasi di media sosial, pastikan kebenarannya sebelum dibagikan. Mari bersama-sama kita jaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
(ay/hn/rs)