Stop Dulu Kebiasaan "Kretek" Leher, Risikonya Ternyata Serius

23 July 2026 - 07:15 WIB
istock

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Bunyi "krek" saat menggerakkan leher ke kiri-kanan emang bikin rileks sesaat. Tapi kebiasaan ini sekarang jadi sorotan setelah viral di media sosial.

Seorang perempuan AS, KayLynne Felthager, mengalami stroke setelah rutin membunyikan persendian lehernya saat sakit kepala datang.

Awalnya ia merasa lega. Tapi tak lama kemudian muncul nyeri tajam di leher yang tak kunjung hilang. Beberapa hari kemudian ia kesulitan menggerakkan kepala dan bicaranya mulai pelo. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosisnya stroke.

Melansir dari The Economic Times, Selasa (21/7/26), Dokter saraf Priyam Bordoloi menjelaskan, di dalam leher ada arteri karotis dan arteri vertebralis yang menyalurkan darah ke otak.

Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan kuat bisa menyebabkan diseksi arteri serviks, robekan pada lapisan dalam arteri.

Menurutnya, diseksi arteri serviks justru jadi salah satu penyebab utama stroke pada orang sehat di bawah usia 45 tahun. Pemicunya bisa trauma atau tekanan berlebih di leher, termasuk kebiasaan "kretek" leher.

Meski kasusnya jarang, risikonya nyata dan mengancam jiwa. Bordoloi mengingatkan agar tidak memaksakan membunyikan persendian leher. Area tulang belakang dan pembuluh darah di leher harus ditangani hati-hati.

Jadi, kalau leher pegal, pilih cara aman: stretching ringan, kompres hangat, atau konsultasi ke fisioterapis.

(sy/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment