Respons Kasus Campak WNA, Pemerintah Intensifkan Deteksi Dini dan Imunisasi Tambahan

24 February 2026 - 19:00 WIB
Antara

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Pemerintah memastikan langkah penguatan surveilans atau deteksi dini dan imunisasi tambahan terus diintensifkan dalam merespons notifikasi dari Australia terkait temuan dua kasus campak pada Warga Negara Asing (WNA) dengan riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengatakan notifikasi resmi International Health Regulation (IHR) dari Otoritas Kesehatan Australia segera ditindaklanjuti melalui langkah mitigasi strategis.

“Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi sepanjang 2025–2026,” ujar Plt. Dirjen Andi, Selasa (24/2/2026).

Kasus pertama melibatkan seorang perempuan berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi lengkap yang menempuh rute Jakarta–Perth pada awal Februari. Kasus kedua, katanya, melibatkan anak perempuan berusia 6 tahun tanpa riwayat imunisasi yang melakukan perjalanan Jakarta–Sydney pada pertengahan Februari.

"Keduanya terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan PCR setelah menunjukkan gejala demam dan ruam," kata Plt. Dirjen Andi. Selain memperkuat surveilans dan imunisasi, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk mengantisipasi dan menangani potensi kasus dengan komplikasi.

Plt. Dirjen Andi mengimbau orang tua untuk melengkapi status imunisasi campak anak sesuai jadwal, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala demam dan ruam, kemudian membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan.

“Komunikasi, informasi, dan edukasi, terus digalakkan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” terang Plt. Dirjen Andi.

Berdasarkan data Kemenkes, tercatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2025. Sementara itu hingga Februari 2026 telah dilaporkan sebanyak 550 kasus. Meski demikian, saat ini belum ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.


(ndt/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment