Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) mengerahkan personel untuk mengantisipasi pasar tumpah pada bulan Ramadan 1447 Hijriah demi menjaga kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan.
"Polres Metro Jaksel menempatkan personel polisi di beberapa titik pasar tumpah mulai dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB," ujar Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Tribuana Roseno, Jumat (27/2/2026). Sebanyak 150 personel dikerahkan di lima titik di wilayah Jakarta Selatan yang menjadi fokus pemantauan Polres Metro Jakarta Selatan.
"Sepanjang Jalan Satrio (Setiabudi), Pasar Santa (Kebayoran Baru), Jalan Bangka Raya (Mampang), depan Kampus STIE Bhakti Petukangan Selatan (Pesanggrahan), dan Jalan Pancoran Barat VII RW 06 (Pancoran)," terang Kabag Ops.
Dengan demikian, diharapkan aktivitas pasar tumpah selama Ramadan tetap berjalan tertib tanpa menimbulkan kepadatan arus lalu lintas maupun gangguan ketertiban umum.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan instansi terkait guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Kabag Ops menyebutkan pengamanan difokuskan pada jam-jam rawan menjelang berbuka karena meningkatnya aktivitas warga untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya.
“Kami mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta mematuhi aturan yang ada demi kenyamanan bersama,” ujar Kabag Ops.
Polres Metro Jakarta Selatan memastikan pengawasan pasar tumpah itu dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Selain pengawasan pasar tumpah, Polres Metro Jakarta Selatan juga mendirikan 10 pos pantau untuk mengantisipasi sahur di jalanan atau Sahur On The Road (SOTR) selama Ramadan tahun ini.
Pihaknya juga mengaktifkan kembali pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) selama Ramadan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah setempat.
Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya ojek online (ojol), organisasi kemasyarakatan (ormas) dan kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat (Pokdar Kamtibmas).
Fokus pengamanan selama Ramadan mencakup sejumlah potensi gangguan yang kerap terjadi, antara lain tawuran remaja, balap liar, serta fenomena perang sarung yang biasanya muncul saat bulan puasa.
Kabag Ops juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika hendak pergi mudik dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
(ndt/hn/rs)