Polda Bali Tingkatkan Patroli Siber Lindungi Anak dari Kejahatan Digital

30 August 2026 - 09:30 WIB
Sumber:radarbandung

Tribratanews.polri.go.id – Denpasar. Kepolisian Daerah Bali memperkuat patroli siber untuk melindungi anak-anak dari berbagai ancaman kejahatan di dunia digital, terutama yang terjadi melalui media sosial.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy mengatakan, perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, ruang digital juga menyimpan berbagai risiko, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami cara menggunakan media sosial secara aman.

Menurut Ariasandy, anak termasuk kelompok yang rentan menjadi sasaran kejahatan di dunia maya. Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga.

“Lalainya pengawasan dapat membuka ruang bahaya bagi anak-anak, mulai dari perundungan siber atau cyberbullying, paparan konten tidak bermoral, penipuan daring, hingga risiko kejahatan eksploitasi dan kekerasan anak,” kata Ariasandy di Denpasar, Jumat (28/08/2026).

Ia menambahkan, penggunaan media sosial tanpa pendampingan juga dapat berdampak pada kondisi mental, pola pikir, dan masa depan anak.

Untuk mencegah berbagai ancaman tersebut, Polda Bali terus melakukan patroli siber sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kondusivitas ruang digital di wilayah hukumnya.
Meski demikian, Ariasandy menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting. Orang tua merupakan benteng pertama dalam membantu anak memahami cara menggunakan media sosial secara aman dan bijak.

Polda Bali mengimbau orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak terkait aktivitas mereka di media sosial. Orang tua juga diharapkan rutin berdialog agar anak memahami batasan dan mengenali berbagai potensi bahaya di dunia maya.

Selain itu, anak perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi. Informasi seperti alamat, nomor telepon, foto, hingga lokasi keberadaan sebaiknya tidak dibagikan sembarangan, terutama kepada orang yang baru dikenal melalui internet.

“Tidak hanya polisi, keluarga juga memiliki peran penting dalam melindungi anak dari ancaman kejahatan siber. Mari kita jaga anak-anak kita bersama, saling peduli dan lindungi mereka dari potensi bahaya di dunia maya demi mewujudkan generasi penerus yang sehat, bijak, dan berkarakter,” ujar Ariasandy.

Polda Bali memastikan upaya pencegahan dan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan di ruang digital akan terus dilakukan. Sinergi antara kepolisian, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.

(Ad/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment