Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan kondisi pangan nasional sejauh ini aman di tengah gejolak Perang Iran-Amerika Serikat (AS).
"Sejauh ini pangan aman. Kita sudah swasembada. Kemudian produktivitas kita oke. Intinya pangan ini menjadi pilar yang penting di situasi sulit. Situasi aman saja penting apalagi di situasi sulit. Kita stok aman, jadi saya kira sejauh ini tidak ada masalah," ujar Wamentan, Kamis (12/3/2026).
Terkait komoditas pangan yang masih diimpor oleh Indonesia, ia mengatakan pemerintah telah melakukan diversifikasi terhadap sumber-sumber impor komoditas pangan yang tidak terdampak perang Iran-AS seperti gandum dari Amerika Serikat.
"Kita diversifikasi sumber kalau yang impor. Misalnya contoh yang impor besar yakni gandum di mana kita tidak bisa produksi. Sumbernya (sourcing) untuk impor gandum banyak, salah satunya Amerika Serikat. Amerika jalurnya tidak terkena dampak dari perang. Saya kira sampai sejauh ini sih kita melihat tidak ada kendala yang berarti," terang Wamentan.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Mentan menjelaskan penghitungan tersebut berasal dari berbagai sumber cadangan pangan nasional, mulai dari stok beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog, cadangan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga potensi produksi dari tanaman yang sedang tumbuh di lahan pertanian.
Ia menyebutkan stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton, ditambah cadangan di sektor horeka lebih dari 12 juta ton serta potensi standing crop sekitar 10–11 juta ton. Secara keseluruhan, cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga 324 hari ke depan.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Perum Bulog kondisi pasokan pangan nasional diyakini tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.
(ndt/hn/rs)