Tribratanews.polri.go.id - Kalimantan Selatan. Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan berhasil membongkar sindikat perdagangan sisik trenggiling lintas provinsi dengan meringkus tiga orang.
"Kita amankan pelaku berinisial RZ dan RA dengan barang bukti 57,885 kilogram sisik trenggiling," kata Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono di Banjarmasin. Dilansir dari Antara, Jumat (02/10/26).
Sigit menjelaskan pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti anggota Unit III Subdit IV melakukan penyelidikan.
Tim yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter Kompol Gita Suhandi Achmadi kemudian mengendus aktivitas rencana transaksi jual beli sisik trenggiling yang dilakukan dua orang.
Sigit mengungkapkan dari pengakuan pelaku sudah tiga kali menjual sisik trenggiling di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Tabalong, dan di wilayah Kalimantan Tengah.
Sisik trenggiling diperoleh langsung dari masyarakat dengan harga Rp800 ribu per kilogram.
Setelah itu, barang ditawarkan kepada calon pembeli melalui media sosial Facebook dengan harga Rp3 juta per kilogram.
Jika seluruh 57,885 kilogram berhasil dipasarkan dengan harga tersebut, margin keuntungan yang dibidik mencapai Rp127,3 juta.
Kasi KSDA Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel)
Junaidi Selamat Wibowo mengapresiasi keberhasilan Polda Kalsel dalam membongkar perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.
Bahkan sebelumnya pada Agustus 2026 lalu juga telah menyita 64 kilogram sisik trenggiling yang rencananya dibawa pelaku ke Surabaya untuk selanjutnya dikirim ke Vietnam dan Cina.
Dia menyebut trenggiling penting bagi keseimbangan ekosistem di alam sehingga statusnya satwa dilindungi yang terancam punah.
Begitu juga burung rangkong atau sering disebut juga burung enggang berperan penting dalam penyebaran biji-bijian membantu pertumbuhan hutan.
"Spesies rangkong, seperti rangkong gading terancam punah akibat perburuan paruhnya, tambahnya.
(ax/hn/rs).