Pencarian

Artikel Tersimpan

Anda belum menambahkan artikel apa pun ke bookmark!

Cari Berita
Beranda Hukum Internasional Keamanan Kesehatan Nasional Olahraga PPPA Sosial Budaya Ini Faktanya Profil Visi Misi
BREAKING NEWS
Floating Left 1
Floating Left 2
Floating Right 1
Floating Right 2

Tim Itwasda Polda Kaltim Pastikan Program Peternakan Sapi Industrial Farming

Tribratanews.polri.go.id - Sangatta. Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mengawal program ketahanan pangan kembali terlihat melalui kegiatan supervisi yang dilakukan di kawasan Industrial Farming Pit J, lahan pascatambang PT Kaltim Prima…

Tim Itwasda Polda Kaltim Pastikan Program Peternakan Sapi Industrial Farming

Tribratanews.polri.go.id - Sangatta. Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mengawal program ketahanan pangan kembali terlihat melalui kegiatan supervisi yang dilakukan di kawasan Industrial Farming Pit J, lahan pascatambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Tim Supervisi Itwasda Polda Kaltim yang dipimpin Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi, bersama AKP Adiyaksa, dan Brigpol Jemni Jumli, melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas peternakan sapi yang menjadi salah satu sektor unggulan dalam program Industrial Farming yang dikembangkan Polres Kutai Timur. Kunjungan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kondisi kandang, kesehatan ternak, ketersediaan pakan, kebersihan lingkungan peternakan, hingga sistem pengelolaan yang diterapkan kelompok tani pengelola.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan mampu memberikan hasil yang berkelanjutan. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, kawasan Industrial Farming di Kutim dinilai menjadi salah satu contoh keberhasilan pemanfaatan lahan pascatambang menjadi kawasan produktif yang menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi menegaskan, program ketahanan pangan yang dijalankan Polri harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan dan pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola sektor pangan. Kami ingin memastikan setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan,” jelas Kombes Pol. Yudhi Suhariyadi, Selasa (2/6/26).

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, supervisi dari Itwasda Polda Kaltim merupakan bagian dari evaluasi dan penguatan program agar seluruh kegiatan yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Melalui supervisi ini kami memperoleh berbagai masukan untuk meningkatkan pengelolaan program. Kehadiran tim dari Polda Kaltim menjadi motivasi bagi seluruh pengelola untuk terus menjaga kualitas peternakan dan meningkatkan produktivitas yang telah dicapai,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Menurut AKBP Fauzan, sektor peternakan sapi menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut.

"Peternakan sapi menjadi salah satu sektor yang kami dorong untuk terus berkembang karena tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam program Industrial Farming," jelas AKBP Fauzan.

Selain meninjau sarana peternakan, tim supervisi juga berdialog dengan para pengelola terkait tantangan dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan. Berbagai aspek mulai dari pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga strategi pengembangan usaha menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Hingga saat ini, kawasan Industrial Farming yang dikembangkan Polres Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Program tersebut mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan produktif yang diharapkan mampu menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan pascatambang di Kalimantan Timur. Dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, program Industrial Farming di Kutai Timur diyakini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu kontribusi nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

(ay/hn/rs)

Baca Juga

Berita Populer

Komentar (0)