Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Styrofoam makanan adalah sebutan populer untuk wadah berbahan expanded polystyrene atau polistirena, yang kerap digunakan untuk membungkus nasi, mi, gorengan, hingga sup.
Jika dipakai sesuai aturan, bahan polistirena dalam styrofoam dirancang agar tidak mudah larut ke makanan. Namun risiko tetap bisa muncul bila digunakan tidak tepat, seperti untuk makanan sangat panas, dipanaskan ulang, atau dipakai berulang kali padahal hanya untuk sekali pakai.
Risiko kesehatan dari styrofoam makanan berkaitan dengan kemungkinan perpindahan zat kimia, khususnya stirena, dari wadah ke makanan. Tingkat risiko ini dipengaruhi oleh suhu makanan, jenis makanan, waktu kontak, dan kondisi wadah styrofoam makanan.
Melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/10/26), berikut sederet hal penting yang perlu Anda pahami mengenai styrofoam makanan, antara lain:
1. Paparan stirena dari kemasan
Stirena adalah zat utama pembuat polistirena. Dalam jumlah kecil, sisa stirena dapat tetap ada di produk styrofoam makanan.
Paparan stirena dalam kadar tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan saraf, hati, serta saluran pernapasan. Stirena juga digolongkan sebagai zat yang kemungkinan dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama paparan tinggi di lingkungan kerja.
2. Makanan panas dan berlemak meningkatkan risiko perpindahan zat
Makanan baru matang dan masih sangat panas memudahkan bahan kimia berpindah dari styrofoam ke makanan. Selain makanan panas, makanan berlemak/berminyak, seperti gorengan atau hidangan bersantan, juga memiliki efek yang sama. Bahkan, lemak dapat menarik bahan tertentu dari styrofoam, lebih baik daripada air.
3. Berbahaya jika dipanaskan di microwave
Wadah styrofoam makanan sebaiknya tidak dipanaskan, kecuali ada label aman untuk dimasukkan ke dalam microwave. Pemanasan tinggi dapat merusak wadah, melelehkan permukaan, atau meningkatkan perpindahan bahan kimia ke makanan.
4. Tidak untuk dipakai berulang kali
Wadah ini hanya untuk sekali pakai. Jika dicuci lalu dipakai berulang, permukaannya bisa rusak atau tercemar sisa makanan, sehingga risiko kontaminasi kuman dan perpindahan zat kimia makin tinggi.
Penting untuk diketahui, makan dari styrofoam makanan sesekali biasanya tidak langsung menyebabkan keracunan. Akan tetapi, kebiasaan memakai styrofoam makanan untuk makanan panas, berminyak, atau dipanaskan ulang sebaiknya dikurangi, karena paparan kecil yang berlangsung jangka panjang bisa membahayakan kesehatan.
(sy/hn/rs)
Sering Pakai Styrofoam untuk Makanan? Kenali Risikonya
Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Styrofoam makanan adalah sebutan populer untuk wadah berbahan expanded polystyrene atau polistirena, yang kerap digunakan untuk membungkus nasi, mi, gorengan, hingga sup. Jika dipakai sesuai aturan, bahan…