Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melibatkan perguruan tinggi dalam penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan melalui pembentukan konsorsium nasional.
Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono mengatakan kolaborasi ini bertujuan mempercepat implementasi program kependudukan di daerah.
“Kami mengajak perguruan tinggi bersama-sama membuat rencana aksi yang mempercepat implementasi terhadap capaian pembangunan kependudukan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sebanyak 14 universitas terlibat dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) yang akan berperan sebagai pendamping daerah dalam penyusunan dan implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
Selain itu, konsorsium juga akan mengevaluasi capaian program serta membahas isu strategis seperti kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menilai kolaborasi ini penting untuk menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan pembangunan jangka panjang.
“Agar apa yang kita hasilkan nanti dengan pendidikan tinggi relevan dengan kebutuhan industri dan juga bisa menopang untuk mencapai Indonesia Maju 2045,” katanya.
Ia menambahkan saat ini masih terjadi ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja, sehingga diperlukan penyesuaian arsitektur pendidikan berbasis data kependudukan.
(ndt/hn/rs)