Studi: Bangun dan Tunaikan Sholat Subuh Bantu Sembuhkan Depresi

24 April 2024 - 06:45 WIB
ilustrasi

Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Sejumlah studi mengungkapkan bangun tidur sebelum fajar untuk menunaikan ibadah sholat Subuh memiliki manfaat bagi kesehatan. Dari ekperimen tersebut disebutkan pengurangan waktu tidur baik untuk menyembuhkan pengidap depresi.

Seperti dikutip dari laman About Islam, Senin (22/4/2024), laporan yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry menunjukkan peningkatan kondisi sebesar 30 persen pada 60 persen pengidap depresi.

"Orang yang kerap tertekan pada pagi hari mendapat manfaat paling banyak dari pengurangan tidur pada malam hari. Namun, bukan berarti seseorang harus terjaga sepanjang malam," demikian dilansir dari laman tersebut.

Bahkan penelitian lebih lanjut mengemukakan bahwa salah satu alasan perbaikan kondisi itu berkaitan dengan hormon perangsang tiroid (TSH) yang membantu mengontrol metabolisme dan tingkat energi. Secara umum, tidur menghambat hormon TSH.

Baca Juga: Kapolda Bersama Forkopimda Sulut Berikan Bantuan bagi Korban Bencana Erupsi Gunung Ruang di Tagulandang

Sementara, diperkirakan 25 persen hingga 35 persen pasien depresi memiliki kadar TSH yang rendah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidur menghambat pelepasan TSH, tetap terjaga sepanjang malam dan dini hari meningkatkan pelepasan TSH.

Penelitian ilmiah ini sesuai dengan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang tidur sesaat setelah sholat Isya, kemudian bangun awal di pagi hari untuk sholat Subuh. Nabi juga terbangun di tengah malam untuk menjalankan sholat Tahajud.

Di Eropa, pasien depresi mendapat terapi berupa tidur lebih awal selama sepekan, bangun di tengah malam, kemudian kembali ke jadwal tidur 'normal' dengan bangun sedikit lebih lambat setiap pagi. Namun, waktu terjaga itu tidak lebih dari matahari terbit.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana kurang tidur justru bisa memperbaiki kesehatan. Menurut para peneliti, sering kali masalah tidur terjadi berkaitan dengan rendahnya kualitas tidur, bukan kurangnya waktu tidur.

Hal-hal yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan kualitas tidur seperti makan setidaknya dua jam sebelum tidur, mengubah kebiasaan makan yang lebih sehat, memeriksakan diri ke dokter tentang kemungkinan apnea tidur.

Sementara untuk cara lain memperbaiki kualitas antara lain tidur miring, menghindari alkohol dan obat penenang, menurunkan berat badan, dan memakai kasur yang nyaman.

(mz/hn/nm)

Share this post

Sign in to leave a comment