Polda Sulut Gelar Pelatihan Pra Operasi Ketupat Samrat 2024

28 March 2024 - 22:00 WIB
polda sulut

Tribratanews.polri.go.id - Manado. Para Kabag Ops, Kasat Samapta dan Kasat Lantas polres/ta jajaran mengikuti pelatihan pra operasi (Latpraops) Ketupat Samrat 2024, di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (28/3/24).

Kegiatan ini dibuka oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, S.I.K., M.Si. , dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol. Bahagia Dachi dan para PJU Polda.

Kapolda Sulut mengatakan, Operasi Ketupat Samrat digelar dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1445 H tahun 2024.

“Jelang perayaan Idul Fitri 1445 H tahun 2024 telah memberikan dampak terhadap berbagai aspek masyarakat khususnya di Sulawesi Utara yaitu meningkatnya mobilitas masyarakat baik di bidang perdagangan, transportasi dan pembangunan serta pelayanan jasa,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Berhasil Menangkap Ibu Rumah Tangga Atas Kepemilikan Senjata Api

Hal ini dapat menjadi peluang bahkan kesempatan bagi para kriminal untuk melakukan aksi-aksinya dan pemicu meningkatnya angka kecelakaan baik melalui transportasi darat, laut serta udara.

“Oleh karena itu, kita sebagai aparat negara perlu bekerja ekstra dalam menjalankan tugas sehingga perasaan aman dan nyaman dalam perayaan Idul Fitri 1445 H tahun 2024 boleh dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kapolda Sulut.

Sebelum pelaksanaan operasi, perlu digelar pelatihan kepada personel yang akan bertugas dalam Operasi Ketupat Samrat nanti.

“Pelatihan ini bertujuan menyamakan pola pikir dan pola tindak, meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel, menyinergikan seluruh personel Polri yang bertugas agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama serta mengevaluasi perlengkapan, apakah masih efektif atau tidak untuk digunakan dalam kegiatan pengamanan Idul Fitri 1445 H,” jelas Irjen Pol Yudhiawan.

Kapolda Sulut berharap personel dapat memaksimalkan pelatihan tersebut dengan sebaik- baiknya.

“Laksanakan tugas secara profesional dan proporsional serta menjunjung tinggi HAM. Bangun sinergitas dengan stakeholder terkait, hindari arogansi personel di lapangan dengan memberikan arahan sebelum dan setelah pelaksanaan operasi,” tuturnya.

(mz/hn/nm)

Share this post

Sign in to leave a comment