Kasus Gojek di Solo : Polri Mediasi Konflik Gojek dan Taksi serta Ojek Pangkalan di Polresta Surakarta

 

Tribrtanews.polri.go.id. – Polresta Surakarta , Menindak lanjuti hasil pertemuan antara Gojek dan ojek pangkalan serta Taksi saat unjuk rasa di Balaikota kemarin, maka hari ini hari Kamis tanggal 16 Maret 2017 pukul 10.10 s.d 12.20 Wib Kapolresta Memediasi kedua belah pihak.

Bertempat Aula Polresta Surakarta Jl. Adi Sucipto no. 2 Manahan Banjarsari Surakarta Pertemuan antara Gojek, Ojek Pangkalan, Taksi dan Becak dengan Polresta Surakarta dalam rangka mencari solusi terkait penolakan Operasional Gojekdi wilayah kota Surakarta oleh pihak pengemudi ojek pangkalan, becak dan taksi, audensi dipimpin oleh Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Prabowo, SH, SIK di dampingi AKBP Andi Rifai, SH, SIK Wakapolresta Surakarta dengan peserta sekitar 100 orang termasuk media masa.

Audiensi dan sekaligus Medias ini juga di hadiri oleh Kombes Pol Dr Baharudin Muhammad Syah, SH, SIK, MSi Dirlantas Polda Jateng . Sedangkan dari Pemkot Solo Agus Sis Kabid Trantib Satpol PP Kota Surakarta, Satpol PP Se Solo raya, Dishub Se Solo Raya. Dari pihak Gojek oleh Bambang kurniawan dan Arif Fadillah. Serta Nanang Ojek Solo Raya, Joko Suparman Taksi Mahkota, Hartopo dari Kosti, Panut Ojek Mapan, Purwanto Ojek Purwosari, Wibo Ojek terminal Tirtonadi Sardi Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak, Heri Tato Sekretaris FKKB.

Pada mediasi ini masing-masing pihak mengutarakan maksud dan keinginannya.
a. Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo, SH, Sik memberikan arahan sbb :
Pertemuan hari ini kami harapkan singkat dan mengena, kemarin sudah ada mediasi ada kesalahpahaman rekan di lapangan dan ada kesepakatan. Pagi ini di media berita indah sekali tapi kejadian tadi malam ada pelemparan taksi mahkota 4 unit. Saya minta semua berpikiran positif , jangan saling tuduh serahkan semua kepada Polri sebagai penegak hukum untuk memproses kejadian tersebut. Saya minta semua menahan diri jangan sampai ada tindakan provokasi.Semoga kasus ini segera terungkap agar semua saling menahan diri.

Pihak gojeg punya tanggung jawab siapa yang melakukan pelemparan, setelah ini kita akan dengara arahan dirlantas, tolong disimak. Hati boleh panas tapi kepala tetap dingin, hari ini permasalahan mulai diuraikan satu persatu. Setelah ini diharapkan tidak ada lagi tindakan anarkis. Saya tidak mengijinkan apapun bentuknya tindakan anarkis kepada masing – masing. Semua harap menahan diri. Manajen gojek ditekankan kepada mitranya untuk tidak melakukan tindakan hukum. Solo kota budaya. Semua dipatuhi dan sementara Kasatlantas , kalau memang seperti itu saya minta gojek mematuhi kebijakan pak Walikota Solo. Kalau dari Satpol PP mengatakan kalau mengantar makanan silahkan sehingga jangan sampai ada gesekan lagi.

Untuk menjaga kondusif kota solo mematuhi aturan yang ada dulu. Arahan Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Drs. Baharudin Muhammadsyah, SH, SIK, MSi adalah :
Inti silaturahmi disini memprihatinkan, jenengan bisa ngangkat Presiden tapi tidak bisa menjaga kerukunan di Kota Solo. Saya duduk disini 5 tahun yang lalu membahas KTL (Kawasan tertib berlalu lintas ) untuk mempromosikan Kota Solo di seluruh dunia, Solo sebagai ikon kota budaya. Sekarang semua media bercerita ada masalah angkutan di Solo. Konflik memperebutkan sumberdaya yang terbatas ( penumpang yang terbatas) . Tujuan semakin meningkat yaitu membumi hanguskan, terminologi secara kriminologi. Saya yakin disini tidak ada oknum, yang disini punya hati yang bersih. Pak Kapolda turunkan tim dari Polda untuk memback up Kapolresta. Kantor di semarang kita tinggal untuk mengurus jenengan. Setiap masalah pasti dibelakangnya ada provokator. Saya ingin tahu seperti apa masyarakat Indonesia yang multi majemuk. Solo adalah ikon sebagai central karena ada budaya, ada keraton dan ada RI 1 disini. Saat kemarin tanggal 15 ada kericuhan tanggal 16 maret ada pelemparan, ini dipicu dan terpancing atau tidak. Saat ini polisi laksanakan lidik. Saya sudah mendengar dari Gojek seperti apa, saya sebelumnya sudah pernah pernah dinas di Metro Jaya seperti apa angkutan online disini. Bagaimana ngecek awak pengendara on line. Begitu pula yang ojek pangkalan. Orang harus sehat, kendaraan harus sehat, pemerintah harus pro aktif. Semua kita singkronkan untuk tingkatkan pelayanan ke penjenengan, Polisi sebagai penegak hukum harus berkualitas dan adil. Hukum adalah supremasi hukum, hukum sebagai panglima, perlindungan Ham, transparansi, ada akuntabilitas publik, kita semua diawasi. Yang menghambat preman. Jadi manusia yang bebas tidak mau diatur, kalau polisi tidak mau diatur itu premane polisi. Jenengan yang disini bukan preman. Tolong hal seperti ini menjadi dasar, mengenai angkutan. Sebenarnya Gojek dengan ojek sama hanya yang membedakan cara pemesanan yaitu menggunakan aplikasi. Jenengan wajib mentaati aturan, jangan hanya menuntut haknya. Ini harus seimbang antara hak dan kewajiban. Polisi disini juga akan nuntut, karena kita aparat yang ditunjuk untuk menertibkan. Kalau semua sadar maka diri kita akan menjadi polisi diri kita sendiri. kalau semua paham diharapkan semua akan tertib pada waktunya. Jenengan semua adalah masyarakat yang terorganisir, tunjukan kita kelompok komunitas. Komunitas yang satu punya tujuan dan budaya yang sama. Tunjukkan saya kelompok orang yang beradab. Tolong para pimpinan secara struktural dipilih orang yang berkualitas. Jenengan harus bisa beri pencerahan dan pengendalian anak buah. Intinya kita saling menghormati.

Dalam UU tahun 2002 pasal 13 ada forum lalu lintas anggotanya lsm, masrakat akademisi, angkutan, semua ada disitu. Kalau sekarang ada masalah seperti itu berarti forum belum maksimal. Intinya disini kita saling menghormati dan menjaga kerukunan. Kalau sudah ada perda nanti tinggal mekanisme. Penindakan hukum ada upaya paksa dan tidak dengan upaya paksa. Pak becak saya paling rindu dengan bentor, saya sayang sama sampean. Semua kendaraan mesin yang jalan dijalan wajib lulus uji. Becak ya becak dikayuh. Bentor di seluruh indonesia tidak ada yang mengeluarkan ijin.Tolong dipatuhi aturan berkendara, spion lengkap, surat surat lengkap. Tunjukkan bahwa jenengan pantas dipilih menjadi jasa angkutan para konsumen.

Adapun yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan/elemen Audensi :
Arif Dishub Kota Surakarta.
Terkait keberadaan ojek online di Solo, manajemen Gojek, bapak Walikota Surakarta sudah menolak dan tidak memberikan ijin Gojek operasional di kota Surakarta, dari awal Gojek menyampaikan untuk mengantarkan makanan namun dalam perjalanan gojeg mengantar penumpang. Dishub sudah menyampaikan Go-food jaketnya jangan Gojek tapi Go-food.
Mengacu pada hasil audensi Pemkot 25 Januari 2017 antara manajemen gojek, perwakilan becak, ojek pangkalan. Kaitan transportasi berbasis gojek, walikota bahwa gojek dilarang mangkal di kota Solo, namun itu belum ditulis hitam diatas putih. Beliau menyampaikan kalau untuk operasional transportasi di kota Solo yang diijinkan hanya Go-food yaitu jasa mengantar makanan.
Agus Sis Satpol PP Kota Surakarta.

Kesempatan ini sebenarnya ini pertemuan berkali – kali. Hasil mediasi yang dilaksanakan bahwa Walikota sesuai dengan hasil rapat musyawarah bahwa solo menolak gojeg, beliau menyarankan untuk gojeg mengantar makanan.
Kami dari sisi perijinan pemkot bahwa gojek pernah mengajukan perijinan namun kami pihak pemkot tidak mengijinkan. Pak Wali dengan Dewan akan cari regulasi yang tepat supaya semua dapat kondusif. Kebijakan dengan besar hati penyelenggara aplikasi karena Walikota sudah buat kebijakan. Sambil menunggu regulasi yang ada di Pemkot Solo.
Joko Kadishub Sukoharjo. Bahwa yang berkaitan dengan permasalahan yang menimpa kota Solo, untuk Sukoharjo kondusif dan tidak jadi masalah. Gojeg
K bisa teratasi. Pagi tadi kami kordinasi dengan parkir se Sukoharjo untuk kondusifitas, di Sukoharjo tidak ada masalah terkait gojek.
Dishub wonogiri. Wonogiri saat ini kondisi aman terkendali karena tidak ada gojek dan tidak ada taksi. Kemarin untuk uber ada pengajuan ijin tapi kami tolak. Saat ini gojek belum ada aturan yang baku, karena status kepemilikan yang belum jelas. PP no 74 menyampaikan perusahaan diangkutan umum harus berbadan hukum. Untuk gojek belum ada sampai saat ini. Kita berpikiran Nasional bagaimana mengamankan karena transportasi tidak bisa dipisahkan. Mohon bapak bapak jangan mementingkan kepentingan sendiri, kalau aturan belum bener mari beri masukan pemerintah untuk membenarkan. Cari solusi yang terbaik.
Sukirno Kadishub Sragen. Keberadaan Ojek di Sragen masih ojek pangkalan, belum ada gojek. Sehingga kesempatan ini akan dilengkapi ibu Kasatlantas Sragen. Karena di Sragen belum ada gojek sehingga tidak ada masalah.

Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii, SIK menjelaskan :
Satu hal yang pasti kita masyarakat Solo raya, kita punya kepentingan yang sama untuk mewujudkan menjaga kententraman di Solo. Yang diharapkan rekan – rekan cukup simple. Konflik itu disebabkan sumber daya yang terbatas, terbatas jumlah dan tempat. Sehingga perlu dibagi rata sehingga semua sama enaknya. Mari kita bagi sepakati dan saling menghargai. Dari taksi dan ojek beliau sudah lama mangkal di lokasi yang sudah ada, mereka sejarahnya sudah sejak dulu kala ada disana, karena lahan dibagi dengan gojek maka kehadiran gojek dianggap mengurangi penghasilan. Mari kita saling hargai kalau ojek pangkalan lahannya disitu mohon gojek tidak usah mengambil penumpang disana. Kalau rekan – rekan gojeg pandangannya seperti apa. Yang aplikasi silahkan mengambil penumpang yang dipesan tapi selain di pangkalan- pangkalan. Contoh pasar di Jakarta ada kesepakatan bahwa gojek setuju tidak mengambil penumpang di pangkalan. Kalau rekan gojek iklas seperti itu saya berterimakasih. Tolong disampaikan. Kalau gojek yang membuat tulisan tidak mengambil penumpang di pangkalan.
Hartopo Kosti.

– Armada kami 230 unit taksi, kemarin saya dengar rekan mahkota taksi demo di balaikota dan kami himbau kepada rekan tidak usah nimbrung. Negara kita negara hukum, Walikota Solo sampai hari ini memberi ijin kepada gojek ini hanya pengantar barang, teman gojek melakukan aktifitas karena sumber pendapatan yang besar, perbulan melebihi taksi konvensional. Dalam hal ini kami minta seragamnya gojek jelas dan aturan Perda Walikota mengijinkan Gofood, manakala gojek membawa orang mohon petugas lalu lintas untuk menindak. Kalau gojek membonceng orang kami mohon bapak Kasatlantas mohon bantuan melakukan aturan Walikota yaitu menindak gojek yang membawa orang.
Nanang Ojek Solo Raya. Kemarin ada petuah sudah diwanti wanti agar mengendalikan diri, berulang kali kejadian gojek dengan becak, taksi. Masalah itu dari kami sudah pahami instruksi larangan Walikota Surakarta bahwa gojek dilarang yang diijinkan go food. Opang sudah diwadahi dengan paguyuban ojek Solo Raya yang didampingi forum kemitraan polisi masyarakat. Kami pengurus ojek solo raya awal tahun 1980 Opang sudah ada di terminal Tirtonadi. Intinya kita menolak gojek di Surakarta.
Tomi Mahkota Ratu Taksi. Malam hari sudah disepakati taksi tidak beroperasi. Kami minta biar tidak terjadi kesalahpahaman, saya tidak menuduh siapa yang melakukan perusakan kami. Kami mohon pak Polisi segera menangkap pelaku perusakan. Kalau gojeK melaksanakan atau beroperasi di Surakarta dia sudah menyalahi aturan, kalau tidak menaati aturan itu ditindak dengan apa. Solo ibaratnya ada 100 biji jagung dimakan ayam 200 sudah berebut kok ditambahi beribu – ribu ayam.
Sardi Ketua FKKB.
Becak kepengen modifikasi pake mesin tapi kenapa becak yang pakai mesin dirasia oleh petugas karena saya tahu itu tidak ada aturan, tapi kenapa gojek tidak ada aturan tidak dirazia. Bambang Kurniawan PT. Gojek.

Gojek itu adalah bukan perusahaan transportasi, kami perusahaan aplikasi. Layanan aplikasi tidak hanya aplikasi online saja. Yang ada disolo ada gojek ada 5 layanan. Gofood, gomar belanja, gofood, go shoop. Itu yang bisa dilayani mitra kita driver gojeg. Kita bermitra mereka bukan karyawan gojeg. Siapapun bisa menjadi mitra gojeg. Waktu saya masuk di Solo kami sudah sosialisasi dengan Opang. Kita di gojeg secara keseluruhan tetap mengikuti aturan dan regulasi. Gojeg ada visi dan misi, kecepatan layanan, inovasi dan sosial impac, kebanyakan gojeg tidak hanya menyejahterakan driver gojeg tapi kami juga kerjasama dengan PKL dan restoran. Respon masyarakat sangat bagus dengan gojeg, kita terbuka diskusi bagaimana regulasi seperti apa. Gojeg skalanya nasional, di pusat masih dibahas yang formil. Di gojeg semua adalah mitra sangat leluasa, mitra masih bisa ngejar yang lain. Mitra bisa mengambil dimanapun berada karena sistim online. Kita bagaimana sama – sama bersaing dalam transportasi, konsumen tergantung pilihnya yang mana itu adalah pilihan konsumen. Kita terbuka dan berkoordinasi dengan pihak yang lain. Aplikasi tidak bisa dipisahkan, eskalasi harus ke kantor pusat sehingga kami akan menghubungi kantor pusat. Kami tunggu surat undangan
Dari berbagai diakusi dan masukan maka kesimpulan dalam audensi tersebut antara lain :
a. Pihak taksi, becak, ojek pangkalan dan Gojek diminta saling menahan diri dan tidak terpancing provokasi sehingga tidak melakukan tindakan anarkhis, terkait kasus pengrusakan SPM Gojek dan Taksi pada tanggal 15 Maret 2017 diserahkan ke Kepolisian untuk ditangani.
b. Pihak Gojeg agar mematuhi kebijakan Walikota Surakarta secara lisan yaitu melarang operasional gojeg di wilayah Kota Surakarta dalam hal mengangkut penumpang / orang, namun Walikota Surakarta mengijinkan Gojeg beroperasi dalam hal mengantarkan makanan atau barang ( Go Food )
c. Bahwa akan dilaksanakan audensi lanjutan antara perwakilan dari instansi terkait, Taksi, Ojek pangkalan, becak dan Gojeg yang diselenggarakan oleh Dishub Kota Surakarta namun untuk waktu pelaksanaan belum ditentukan.
Maksud dan tujuan diselenggarakanmya audensi dan mediasi ini adalah :
1.untuk menjaga situasi Kota Surakarta agar tetap kondusif terkait dengan adanya penolakan operasional gojeg oleh angkutan umum taksi, becak dan ojek pangkalan di wilayah Kota Surakarta.
2. Audensi tersebut ditutup dengan seluruh peserta menyanyikan lagu padamu negeri dilanjutkan dengan bersalam – salaman.
3. Selama Berlangsungnya kegiatan tersebut berjalan an dan tertib.

Penulis : Sumarjo
Editor   : Umi Fadhilah
Publish : Sumarjo

Admin Polri55933 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password