Ini Tanggapan Kapolda DIY Perihal Maraknya Aksi Kriminalistas Oleh Remaja di Yogyakarta

Tribratanews.polri.go.id -JOGJA- Beberapa hari terakhir peristiwa kriminalitas yang terjadi di wilayah Yogyakarta mengundang keprihatinan bagi warga Yogyakarta, termasuk Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, M.Si. Menurutnya ada persepsi yang salah, yang dipahami oleh para pelaku yang kebanyakan masih dibawah umur (belasan tahun. red). Mereka beranggapan bahwa jika masih berusia belasan tahun, hukuman bagi pelaku kriminal tidak akan diberikan.

Ada perbincangan yang menarik saat rekan media dari salah satu stasiun TV swasta datang mewancarai Kapolda DIY terkait maraknya kasus kriminalitas oleh sekelompok remaja yang terjadi di Yogyakarta, Rabu (15/3/2017) di ruang Kerjanya.

berikut tanggapan Kapolda DIY mengenai kasus kriminalitas penganiayaan yang marak terjadi belakangan ini.

“Jogja sebagai kota pelajar dan pendidikan, kenapa kenakalan bahkan bisa dikatakan kriminalitas remaja terjadi di sini, hal inilah yang menjadikan berkembangnya berita terlihat fenomenal. Setiap malam kami (poldajogja) melaksanakan patroli dan selalu memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat. Sekolah tidak luput menjadi sasaran dari segi preventif kita, menjadi pembina upacara hingga penyuluhan-penyuluhan kepada siswa-siswa”, jelasnya.

Menurut Kapolda DIY kembali menjelaskan, ada sesuatu yang sangat menarik, mereka (pelaku kenakalan remaja) ini mengira bahwa apabila di bawah 18 tahun itu dalam peradilan anak diharuskan penyidik melakukan mediasi dalam menyelesaikan suatu kasusnya, padahal di undang-undang jelas dikatakan kalau seandaikan terjadi penganiayayaan, mengakibatkan luka berat, bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain bisa dilakukan upaya proses hukum yaitu proses penyidikan dan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Inilah pemahaman yang salah, kemudian ditanamkan oleh para pelaku di bawah umur.

Tidak benar jika setiap masalah ini selalu diselesaikan dengan mediasi maupun damai, melainkan bila ancaman hukuman di atas 7 tahun, sesuai undang-undang akan dikenakan hukum dengan tegas.

Kapolda menambahkan, hampir sebagian besar pada kasus ini, pelaku berada pada lingkungan keluarga yang kurang harmonis, bisa dikatakan juga “broken home” dan kurangnya pengawasan dari keluarga.

Pelajar yang suka bolos inilah menjadi salah satu benih dari munculnya kenakalan remaja, sekiranya sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan Wali Kelas mampu mengidentifikasi dan mengawasi anak didiknya.

Polri bekerjasama dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, Sekolah-sekolah duduk bersama membahas dan mencari solusi menyelesaikan masalah kenakalan remaja di Jogja ini. Pendekatan personal nantinya yang akan dilakukan oleh semua pihak teruma sekolah-sekolah guna mengawasi para remaja-remaja ini sebagai penerus generasi bangsa.

Diakhir wawancaranya Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, M.Si., menghimbau kepada seluruh masyarakat Yogyakarta khususnya bagi para orang tua untuk saling mengawasi putra putrinya agar tidak melakukan tindakan yang berbau kriminalitas, karna kepolisian akan serius dan tegas dalam menangani semua kasus kriminalitas.
penulis : rendRa
editor : Umi Fadilah
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password