Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Polisi Limpahkan Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur Ke Kejari Tebo

Tribratanewspolri.go.id – Polres Tebo Jambi, Penyidik Unit Reserse Kriminal Polsek Rimbo Bujang telah merampungkan berkas pemeriksaan terhadap tersangka WS (18) dalam perkara persetubuhan terhadap anak dibawah umur yaitu terhadap gadis SF (17), yang beberapa waktu lalu berhasil ditangkap. Bahkan berkas pemeriksaan telah pula dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan Negeri Tebo.

Sebagai tindak lanjut, Penyidik Unit Reskrim Polsek Rimbo Bujang telah melakukan pelimpahan tahap II terhadap tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dalam kesempatan ini diterima oleh Zainal Mutaqin, Selasa (14/03). Setelah pelimpahan ini, tersangka sudah menjadi kewenangan Kejaksaan, sehingga terhitung sejak pelimpahan tersangka sudah menjadi tahanan Kejaksaan yang selanjutnya dititipkan kembali ke Lapas Klas IIB Tebo yang kemudian akan segera disidangkan guna mendapatkan kepastian hukum.

Tersangka ditangkap pada akhir bulan Februari 2017 di unit VII Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang sebelumnya telah diamankan oleh warga setempat, penangkapan tersebut berdasarkan adanya laporan dari orang tua korban YY warga Desa Sapta Mulya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo pada tanggal 28 Februari 2017 yang melaporkan bahwa anak gadisnya telah disetubuhi tersangka hingga hamil.

Berdasarkan pengakuan korban dan tersangka serta bukti bukti lainnya bahwa tersangka telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali, saat pertama mereka masih mempunyai hubungan pacaran dan terjadi pada malam hari saat tersangka berkunjung kerumah korban sekitar bulan Agustus 2016 di teras rumah pelapor Jalan Rajawali unit VII Kecamatan Rimbo Bujang, selanjutnya untuk kejadian persetubuhan yang kedua kalinya saat mereka sudah putus pacaran yaitu pada sore hari sekitar bulan Nopember 2016 di area perkebunan sawit Afdeling III PTPN VI Rimdu Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo. Korban mau disetubuhi oleh tersangka karena dengan adanya bujukan dan permintaan tersangka karena statusnya saat itu pacaran.

Adanya peristiwa persetubuhan tersebut dikuatkan dengan adanya hasil Visum Et Repertum dari pihak RSUD Muara Bungo yang menerangkan bahwa diantaranya tampak himen (selaput dara) tidak intake/tidak utuh dan dari hasil test pack positif hamil serta hasil USG diketahui umur kehamilannya masuk tujuh bulan.

Kejadian tersebut diketahui setelah ibu korban merasa curiga dengan perubahan bentuk pinggul korban yang semakin melebar dan tidak pernah lagi minta uang untuk membeli softex karena sudah beberapa bulan tidak menstruasi, dengan kecurigaan itu ibunya menanyakan kepada korban dan saat itulah korban menceritakan dengan jujur bahwa dirinya telah hamil dan yang telah menyetubuhi adalah tersangka WS.

Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat, SH melalui Kanit Reskrim Ipda Irvan Pane pada Tribratanewspolri.go.id membenarkan kejadian tersebut, pihak keluarganya telah melaporkan ke Polsek Rimbo Bujang dan sekarang berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Tebo.

“Benar, Kami Polsek Rimbo Bujang ada menerima pengaduan masyarkat tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan tersangka WS, setelah berkas dinyatakan lengkap selanjutnya tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Tebo,”papar Ipda Irvan Pane.

Sementara ditempat berbeda penyidik pembantu Unit Reskrim Polsek Rimbo Bujang pada Tribratanewspolri.go.id Bripka Edy Sumarwan menghimbau kepada masyarkat Kecamatan Rimbo Bujang mengharapkan kepada semua orang tua untuk lebih ketat lagi mengawasi anak perempuannya, ajarkan kepada anak agar setiap ada permasalahan atau yang telah dilakukan diluar bercerita dengan orang tuanya untuk dapat dengan mudah dalam mengontrolnya, sehinga terjadi komunikasi aktif antara anak dengan orang tua.

“Buat para anak gadis berhati-hatilah dalam bergaul dengan teman laki-laki, bergaul lah dalam hal yang positif dan jangan mudah terlena dengan bujukan para lelaki yang meminta suatu yang berharga, karena masa depan anak-anak masih panjang dan sangat diharapkan oleh orang tua untuk menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama,”Imbuhnya.

Selanjutnya buat para lelaki, jangan sekali-kali membujuk anak gadis dalam bentuk apapun untuk berbuat asusila karena selain akan merusak cita-cita gadis tersebut, ancaman hukuman buat pelaku asusila terhadap anak dibawah umur tersebut lamayan berat,”pungkas Edy Sumarwan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya maka tersangka dijerat dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002  tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Penulis    : Ds / Roy

Editor      : Umi Fadilah

Publish   : Dian SM

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password