Polres Balangan Ungkap Penyelewangan Dana Desa

Tribratanews.polri.go.id,Polres Balangan – Satuan Reserse Kriminal Polres Balangan akhirnya menahan Syahruni (50) atas dugaan korupsi dana desa. Mantan kepala desa Muara Jaya Kecamatan Awayan ini kini mendekam di tahanan k Polres Balangan karena sedang proses hukum dengan dakwaan melanggar 2 Ayat (1) jo pasal 3 Sub pasal 9 UU Nomor 31 Thn 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Berdasarkan Barang bukti berupa Dokumen DPA , Dokumen Spj Desa , Blangko vertifikasi dan SK Bupati Balangan 04 januari 2014 tentan bantuan keuangan kepada pemerintah, Syahruni diduga menyelewengkan dana bantuan untuk masyarakat desa ini.

Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni, S.iK didampingi Kasat Reskrim AKP Dany Sulistiono, S.Sos, M.M menyampai proses penanganan kasus korupsi dana desa ini memakan waktu cukup lama karna harus melalui tahapan kordinasi dengan pemerintah

“Setelah proses pemeriksaan selesai tersangka langsung kami tahan, kini proses berkas perkaranya sudah masuk tahap dua atau P21 dan segara kita limpahkan ke Kejaksaan,’’ ungkap Kapolres Rabu (15/3).

Menurut Kapolres, kasus korupsi dana desa ini merupakan kasus 2013 silam yang baru bisa terselesaikan dan kini sudah bisa rampung.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka tidak bisa mempertanggung jawabkan secara penuh penggunaan dana desa tahun 2010, dimana menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp. 34 juta.

“Modusnya pelaku membuat laporan pertanggung jawaban fiktif dengan membuat kuitansi pengeluaran sendiri, ini terbukti dari dokumen yang kita jadikan alat bukti seperti, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Dokumen Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Desa Muara Jaya TA 2010 dan Blangko verifikasi,’’ bebernya.

Kasus korupsi ini, lanjut dia, menjadi pelajaran berharga dan warning bagi kepala desa yang lain agar bisa menjalankan dana desa sesuai aturan, agar tidak tersangkut masalah hukum dikemudian hari. Apalagi kini, dana desa yang dikelo pemerintahan desa angkanya luar biasa banyaknya satu miliar lebih.

“Ini pelajaran bagi pemerintahn desa untuk menjalankan dana desa sesuai aturan, karena tidak ada istilah kepala desa kebal hukum terkait penggunaan dana desa. Jika terbukti melakukan korupsi maka akan kita tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.

Tersangka Syahruni sendiri saat dimintai wartawan tidak menampik jika uang sebesar Rp. 34 juta dari anggaran dana desanya tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Tapi, mantan kepala desa ini membantah jika dikatakan uang tersebut dipergunakannya untuk kepentingan pribadi.

“Memang benar uang tersebut tidak sesuai isi LPJ tapi tidak betul jika saya pakai untuk pribadi. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat juga contohnya untuk konsumsi saat gotong royong membanggun Langgar di desa,’’ kilah Syahruni.

 

Penulis : Ifit MB

Editor   : Umi Fadillah

Publish : Lois Adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password