Kriminologi : Kontrol Sosial Dalam Mencegah Terjadinya Tindak Kejahatan Melalui Pendekatan Sosial Bond Theory

tribratanews.polri.go.id, Maraknya aksi-aksi kejahatan akhir-akhir ini menjadi suatu perhatian khusus bagi masyarakat. Berbagai macam faktor yang dapat menjadi penyebab sesesorang melakukan aksi kejahatan tersebut. Faktor penyebab kejahatan tidak hanya berkaitan dengan faktor individu saja namun ada beberapa faktor lainnya yang turut serta mendukung sesesorang untuk berbuat jahat, yaitu antara lain faktor lingkungan, psikologi, biologi bahkan faktor sosial turut mempengaruhi seseorang melakukan kejahatan.

Sangat diperlukan pengetahuan tentang faktor yang menyebabkan tindak kejahatan. Pemahaman tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab kejahatan atau pelanggaran akan memudahkan pada saat kita berupaya melakukan pengendalian terhadap kejahatan. Banyak teori yang mennjelaskan tentang faktor penyebab seseorang melakukan tindak kejahatan. Salah satu teori dalam Kriminologi yang menjelaskan tentang faktor penyebab kejahatan adalah Teori Kontrol Sosial yang berangkat dari suatu asumsi atau anggapan bahwa individu di masyarakat mempunyai kecenderungan yang sama kemungkinannya dalam berbuat baik” atau jahat.

Banyak teori yang menjelaskan faktor kontrol sosial sebagai faktor yang berkorelasi terhadap kejahatan. Salah satu teori yang merupakan bagian dari teori kontrol sosial adalah Teori Ikatan Sosial (Social Bond Theory) yang dikemukan oleh Travis Hirshci.

TEORI IKATAN SOSIAL (SOCIAL BOND THEORY) SEBAGAI PENJELAS TERJADINYA KEJAHATAN

Dalam artikel ini akan dibahas tentang salah satu teori Kriminologi, yaitu teori Kontrol Sosial Travis Hirshchi (1969) yang merupakkan tokoh paling populer dan menjadi teori kontrol yang utama. Teori ini dikenal dengan Social Bond Theory.

Menurut Hirschi (dalam Ronald L. Aker, 2013) bahwa seseorang bebas untuk melakukan kejahatan atau penyimpangan-penyimpangan tingkah lakunya. Dimana kejahatan atau penyimpangan tersebut diakibatkan karena tidak ada keterikatannya atau kurangnya keterikatan (moral) pelaku terhadap masyarakat. Hierschi melihat bahwa seseorang dapat terlibat kejahatan karena terlepas dari ikatan-ikatan dan kepercayaan-kepecayaan moral yang seharusnya mengikat mereka ke dalam suatu pola hidup yang patuh kepada hukum.

kasat lantas erwin

Dalam teorinya tersebut Hierschi menyatakan bahwa ada empat elemen keterikatan (bond) yang saling berkaitan, yaitu : attachment, commitment, involvement dan belief

– Attachment :
Kasih sayang anak kepada orang tua memiliki peranan penting dalam mencegah atau menekan perilaku penyimpangan atau pelanggaran pada anak. Selain itu kasih sayang terhadap orang lain, misalnya teman sekolah juga membantu mencegah penyimpangan ataupun pelanggaran. Karena dengan kasih sayang dapat menumbuhkan rasa hormat kepada orang tua. Hierschi menyebutkan (dalam Ronald L. Aker, 2013) bahwa semakin orang menghormati atau mengagumi teman-temannya, semakin kurang kemungkinan seseorang melakukan tindak kejahatan. Jadi kasih sayang seorang anak kepada orang tua maupun temen merupakan suatu bentuk rasa hormat dan berkontribusi dalam membantu mecegah kecenderungan seseorang berbuat jahat. Apabila sudah adanya keterikatan antara seseorang dengan orang tua maupun teman, maka dapat mempengaruhi seseorang dalam mengontrol perilakunya untuk berbuat jahat.

-Commitment :
Menurut Toby, 1957 (dalam Ronald L. Akers) bahwa tanggung jawab mengacu pada tingkat dimana individu telah menanam investasi dalam kebiasaan atau sebuah taruhan dalam kecocokan yang akan beresiko atau hilang dengan ikut serta dalam pelanggaran hukum atau bentuk-bentuk lain penyimpangan.
Dalam hal ini elemen tanggung jawab juga memiliki peranan penting bagi seseorang untuk tidak melakukan suatu tindak kejahatan. Keterikatan seseorang, misalnya seorang pelajar apabila melakukan kejahatan atau pelanggaran, maka akan berpengaruh terhadap reputasi maupun masa depan anak tersebut. Dampak yang mungkin terjadi adalah akan dikeluarkan dari sekolah jika melakukan kejahatan atau pelanggaran. Jadi karena adanya rasa tanggung jawab tersebut akan membuat individu mempertimbangkan niatnya untuk berbuat jahat.

– Involvement :
Hal ini terkait dengan keterlibatan seseorang dalam aktivitas-aktivitas konvensional yang tidak menyimpang, misalnya : seorang anak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dilingkungan sekitar rumah maupun di sekolah, seperti mengikuti kegiatan extra kulikuler di sekolah atau pun kegiatan olahraga di lingkungan sekitar rumah yang melibatkan anak tersebut, sehingga karena keterlibatan dan kesibukannya tidak ada kesempatan seorang anak untuk melakukan kejahatan. Menurut Ronald L. Akers bahwa seseorang terhindar dari perilaku jahat karena terlalu sibuk, terlalu asik atau terlalu menghabiskan waktu untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan masyarakat. Dalam hal ini aktivitas-aktivitas yang dilakukan dapat mengalihkan pikiran seseorang untuk melakukan pelanggaran

– Belief :
Hierschi menyebutkan bahwa semakin sedikit orang yakin dirinya harus mentaati peraturan, lebih besar kemungkinan dia melanggarnya. Menurut Ronald L. Akers bahwa keyakinan dalam teori ikatan sosial ditetapkan sebagai pengesahan dani nilai-nilai dan norma konvensional umum, khususnya keyakinan bahwa hukum dan peraturan masyarakat pada umumnya benar secara moral dan harus ditaati.

SIMPULAN :
Dalam teori ini, Hierschi telah memberikan gambaran mengenai empat elemen keterikatan yang saling berkaitan, yaitu : kasih sayang, tanggung jawab, keterlibatan dan keyakinan.
Perhatian dari orang tua kepada anak sangat diperlukan dan dapat memberikan pengaruh positif serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa hormat anak kepada orang tuanya, Selain itu, teman juga turut bepengaruh terhadap individu untuk mengontrol perbuatannya.

Tanggung jawab seseorang terhadap reputasi maupun masa depan memberikan pertimbangan kepada seseorang untuk tidak melakukan kejahatan atau pelanggaran. Adanya Keterlibatan seseorang yang menyebabkan kesibukan dalam kegiatan yang positfi atau tidak menyimpang juga turut berkontribusi mengurangi keinginan seseorang untuk berbuat jahat. Adanya keyakinan seseorang bahwa hukum dan peraturan masyarakat pada umumnya benar secara moral dan harus ditaati merupakan salah satu elemen dalam mengontrol perilaku seseorang.

Selain itu, Polri juga dapat berperan memberikan kontribusinya dengan kegiatan PKS maupun Saka Bhayangkara serta penyuluhan oleh fungsi Binmas dalam pencegahan terjadinya tindak kejahatan maupun pelanggaran

Sumber bacaan :
Criminological Theories : Introduction and Evaluation, Ronald L. Akers, PTIK Press, 2015.
Teori dan Kapita Selekta Kriminologi, Romli Atmasasmita SH, PT. Ereso, 1992
Perspektif dan Paradigma Dalam Kriminologi dan Kesesuaian Dengan Teori-Teori Kriminologi, Manshur Zikri, https://manshurzikri.wordpress.com/2010/11/07/makalah-teori-kriminologi-perspektif-dan-paradigma-dalam-kriminologi-dan-kesesuaiannya-dengan-teori-teori-kriminologi/, 2010.

Penulis : Akp Edwin Aristiano, SE, MM-MBA

Editor   : Kang Iqbal

Publish : Lois Adi

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password