Polresta Surakarta Mengamankan Jalannya Rapat Koordinasi ” Satgas Panca Nalendra ” Keraton Solo

IMG-20170312-WA0078
Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Pengamanan rapat koordinasi ke II Minggu 12/3/2017 pkl 11.00 wib – 14.00 wib di Ndalem Sasono Putro oleh ” Team Lima ” yang saat ini berubah nama ” Satgas Panca Nalendra ” adapun sebagai penanggung jawab Kanjeng Gusti Pangeran Haryo / KGPH Benowo serta dihadiri lk 20 undangan dipimpin langsung Kanit Intelkam Polsek Pasar Kliwon Bp Iptu Edy Purwanto, SH dengan di.bantu oleh puluhan personel baik pengamanan terbuka maupun pengamanan tertutup.
Kegiatan rapat ininadlahbdalam.rangka peringatan Jumenengan Keraton Surakarta yang telah lebih 4 tahun tidak dilakasankan karena ada maslah internal.Kerbata Kraton.
Hadir dalam kegiatan rapat koordinasi II team Lima (Panca Narendra), adalah sebagai berikut :
a. Jendral ( Purn) Subagio HS ( Dewan Pertimbangan Presiden)
b. Mayor. Inf. Asman Mokoginto (Pasi Intel Korem 074 Wrt)
c.Kapten Inf Sahono (Dan Team Intel Korem 074 Wrt)
d. Lettu Inf. Narno ( Dan Unit Kodim 0735/Ska mewakili Dan Dim 0735/Ska ).
e. Kombes Pol Drs. Sutekad Muji Raharjo. SH.MH. (Mabes Polri)
f. KRAY Pradopo Ningrum Hangabei Pakoe Boewono XIII (Istri
Raja ke XIII Kraton Surakarta)
g. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Benowo. (Team 5)
H. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan (Team 5)
I. Kanjeng Pangeran Haryo Adipati (KPHA) Sosronegoro (Taem 5)
j. Kanjeng Pangeran Adipati Aryo (KPAA) Suro Agul-Agul (Team 5)
K. KPH Dr Sugeng Nugroho, S. Kar, MSN (Team 5)
l. Ratna Raharjo.(Kraton Surakarta)
m. Suharso (Kakesbang Pemkot Solo)
n. Bapak Budi Praseyo (Kemendagri)
o. Kapten Inf Waluyo (Dan Ramil 05/PSK)
P. IPTU Edi P (Kanit Intel Polsek Pasar Kliwon).
Jend (Purn) TNI Subgyo HS menjelaskan hal-hal antara lain :
– Menjabarkan silsilah dari raja solo ke 12 yakni pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2004 Pukul 08.00 Wib PB XII Wafat dalam usia ke 80 Tahun. Dan beliau meninggalkan 35 anak dan 75 Cucu serta 4 cicit.
– Pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2004 KGPH Hangabei ditetepkan secara resmi dibangsal Sasono Panarroyo sebagai pengganti kedudukan almahrum PB XII terhitung sejak tanggal 24 Juni 2004 seluruh urusan didalam maupun diluar kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan separuhnya menjadi tanggung jawab KGPH Hangabehi dibantu oleh Paron Karsa Nata dan Perisai Para Nata maupun lembaga lainnya.
– KGPH Hangabehi PB XIII lahir pada hari senin tanggal 28 Juni 1948 dari salah satu selir atau Garwo Ampil sinuwun PB XII yang bernama KRAY Pradopo Ningrum.
– KRAY Pradopo Ningrum melahirkan anak laki – laki tertua (Pertama) dari garwo ampil dikemudian hari beliau melahirkan 5 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan dan sesuai adat yang nantinya paling berhak mewarisi tahta adalah KGPH Hangabehi yang pada saat lahir bernama Surya Partono.
– Pada Hari Jumat tanggal 10 September 2004 KGPH Hangabehi (Mas Behi) naik Tahta menggantikan almahrum ayahanda Sinuwun PB XII dan pada hari Sabtu tangal 11 September 2004 diadakan Kirab keliling kota Surakarta.
Dan di hadapan sekitar 2600 hadirin KGPH Hangabehi yang pada saat itu bergelar KGPAA Hamangkunegara Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram.
Dan mengucapkan Pengukuhannya ” Saya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro sudibyo Raja Putra Narendro Mataram ” maka saat ini mengganti tahta almahrum Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Senopati Ing Ngalego Ngabdurahman Sayidin Panatonagoro ke XIII, Prosesi di Siti Hinggil diakhiri dengan Kondur Ngedaton.
– Pasal 2 Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia no 23 tahun 1988 menyatakan bahwa Sri Susuhunan adalah Pimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat dapat mengunakan Keraton dan segala kelengkapannya untuk keperluan Upacara Peringatan dan perayaan lainya dalam rangka adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
– Pada intinya satgas Panca Nalendra harus kerja cepat dan tepat sehingga tugas pokok kita dalam Jumenengan akan terlaksana dengan baik tanpa ada gejolak yang timbul yang tidak kita inginkan.
Inti yang di sampaikan oleh Bapak Budi Prasetyo (dari Kemendagri ) antara lain :
– Pada dasarnya Satgas Panca Nalendra yang sudah dibentuk agar segera mengambil langkah yang secepatnya karena dari Bapak Gubernur Jawa tengah dalam hal ini Pemerintah Prop.Jateng Juga TNI dan POLRI dalam hal ini bapak Pangdam dan bapak Kapolda termasuk Pemerintah Kota Surakarta akan membackup sepenuhnya dari jalannya kegiatan Jumenengan yang akan direncanakan. Karena selama sekitar 4 tahun Jumenengan tidak bisa diselenggarakan oleh Kraton Surakarta dalam hal ini diselenggarakan oleh Pakoe Boewono XIII (Hangabehi).
– Untuk tanggal sudah di atur oleh Satgas kemungkinan tanggal yang akan diatur dimana acara susunan Jumenengan agar segera disampaikan ke Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini bapak Walikota Surakarta agar segera diplaning dalam agenda dalam rencana kegiatan.
– Dan dalam hal ini kami dari Kemendagri tinggal menjebatani saja sehingga Pemerintah Kota dan aparat terkait dalam hal ini TNI dan Polri akan membackup secara berkelanjutan, sehingga pada dasarnya kita di bawah naungan Presiden Republik Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin akan menjebatani dan membantu semaksimal mungkin.
– Secara garis besar hasil yang kita rembug pada siang hari ini agar anggota Satgas segera menginformasikan ke Walikota Solo dalam kesempatan pertama.
Sesuai rencana agenda atau kalender adalah :
a. Pada Tanggal 12 s.d 14 Maret 2017 Satgas Panca Nalendra agar semua perizinan dan hasil rapat agar bisa disampaikan langsung ke bapak Walikota Surakarta.
b. Pada Tanggal 15 s.d 20 Maret 2017 di harapkan pembersihan dan pembongkaran pembatas Kraton yang ada didalam dan sterilisasi.
c. Pada Tanggal 25 Maret 2017 diharapkan Pakubuwono XIII masuk Kedaton.
d. Pada Tanggal 15 s.d 19 April 2017 persiapan latihan tari Bedoyo Ketawang.
e. Pada Tanggal 20 s.d 21 Aril 2017 hari tenang atau Paesan.
f. Pada Tanggal 22 April 2017 diharapkan agenda Jumenengan bisa di selenggarakan oleh Sinuwun Pakoeboewono XIII (Hangabehi).
Namun demikian tetap.harus diantisipasi gejolak yang akan timbul dari kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Moeng yang selama ini bersebrangan dengan Pakoe Boewono XIII (Hangabehi)
Selama kegiatan rapat koordinasinini situasi terdapat aman dan kondusif.
Penulis : Miun Kliwon
Editor : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password