Ziarah Kubur dan Doa Bersama Memperingati Peristiwa 11 Maret 1988 di Kampung Arsopura Papua

tribtanews.polri.go.id-Polda Papua. Tragedi tanggal 11 Maret 1988 di Kampung Arsopura dimana di Kampung tersebut telah terjadi pembantaian oleh GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 14 (empat belas), sudah setiap setahun sekali warga Kampung Arsopura memperingati peristiwa tersebut, sabtu (11/03/201).

Stelah melaksanakn ziarah kubur warga kampung arsopura melaksanakn doa bersama di Aula Kampung Arso IV, Ni Made Santun Watae (Ketua PKK Kab. Keerom), Cici Mintarsih Markum (Wakil Ketua PKK Kab. Keerom), AKP Freky Mahmud ( Kabag Ops Res Keerom ), IPTU Sunardi (Wakapolsek Skanto), Faisal Taman Firdaus (Anggota DPRD Kab. Keerom), Hasan (Kaur Kemasyarakatan Distrik Skanto), Tedi Suseno (Kepala Kampung Arso 3), Edi (Kepala Kampung Arso 4), Serka Priyo (Babinsa Koramil 1701-23/Skanto), dan Didi selaku Ketua Panitia.

Fakta-fakta :
Pada hari Sabtu, 11 Maret 2017, sekitar pukul 10.05 s.d 12.15 WIT, bertempat di Aula Kampung Arsopura Jl. Poros Irian, Kampung Arsopura Arso IV, Distrik Skanto, Kab. Keerom telah dilaksanakan Ziarah Kubur dilanjutkan dengan Acara Doa Bersama dalam rangka memperingati peristiwa 11 Maret 1988 di Kampung Arsopura dengan Thema ” Dengan Memperingati Sejarah Kampung Arsopura, Kita Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Untuk Mempererat Tali Silaturahmi Antar umat Beragama, Adat Istiadat, Pemerintah dan Masyarakat ” yang dipimpin oleh Ibu Ni Made Santun Watae (Ketua PKK Kab. Keerom) dan dihadiri sekitar 100 Orang.

Selaku ketua panitia Bapak Didi mengatakan acara yang dilaksanakn ini dalam rangka memperingati tragedi tanggal 11 Maret 1988 di Kampung Arsopura dimana di Kampung tersebut telah terjadi pembantaian oleh GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 14 (empat belas) orang, sudah setiap setahun sekali warga Kampung Arsopura untuk memperingati peristiwa tanggal 11 Maret 1988 di Aula Kampung Arso IV.

IPTU Sunardi (Wakapolsek Skanto) yang juga sebagai saksi dalam peristiwa itu mengatakan “Saya juga adalah salah satu saksi tragedi pembantaian di Kampung Arsopura pada tahun 1988, saya masih berpangkat Bripda pada waktu itu dan usia saya masih 19 Tahun, peristiwa tersebut adalah peristiwa yang tidak disangka-sangka oleh seluruh Masyarakat Kampung Arsopura dimana pada waktu itu Masyarakat sedang menjalankan aktivitasnya masing-masing, pada kesempatanini saya berpesan situasi kampung kita sendiri bisa aman tergantung dari kita sendiri apabila terjadi situasi di wilayah Distrik Skanto bisa melaporkan ke Polsek Skanto, jaman sekarang sudah canggih kita bisa berkomunikasi melalui alat komunikasi (Handphone), mudah-mudahan dengan diperingatinya peritiwa 11 maret 1988 bisa membangkitkan semangat baik dari keluarga korban maupun seuluruh Masyarakat Kampung Arsopura, untuk menjaga keamanan di lingkungan kita.

Ibu Ni Santun Watae selaku ketua tim PKK Kab. Keerom mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga arwah para korban mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan dan untuk keluarga korban yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi cobaan ini, kami dari Tim PKK Kab. Keerom sudah lama mengetahui dan mengikuti sejarah peristiwa tanggal 11 Maret tahun 1988 di Kampung Arsopura ini, untuk itu marilah kita bersama-sama bergandengan tangan saling bahu membahu untuk bersemangat memajukan Kampung Arsopura menjadi lebih baik lagi.

Penulis : Sosra WTD
Editor   : Iqbal96
Publish : Reinaldy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password