Safari Kamling Kapolres Sleman

tribratanews.polri.go.id JOGJA – Menindak pelaku kejahatan sudah menjadi tugas melekat kepolisian, tetapi mencegah kejahatan adalah tanggung jawab bersama. Hal inilah yang menjadi poin penting dari Safari Kamling Polres Sleman.

Menjadi salah satu terobosan Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria, S.IK. dalam mensinergikan elemen masyarakat untuk bersama – sama menjaga keamanan lingkungan. Kali ini Wilayah Kalasan menjadi tujuan dari “Safari Kamling Kapolres Sleman dan Rembugan Bareng Polisi”.

Acara yang digelar di Balai Desa Tamanmartani ini dihadiri oleh Camat Kalasan Samsul Bakri, S.IP., MM., Pejabat Utama Polres Sleman, Kapolsek Kalasan Kompol Haryanto, Danramil Kalasan Mayor Arh Sugeng, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Dukuh se-Kalasan.

Kapolres Sleman menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi putra – putrinya dalam ikut menjaga keamanan lingkungan. Dengan lebih perhatian dan komunikatif.

“Karena pergaulan saat ini sangat berpengaruh pada anak – anak, karenanya perhatian dan komunikasi yang terbuka dengan anak – anak sangat penting,” jelas Kapolres.

Kapolres menekankan pula pengawasan bagi anak di bawah umur terkait penggunaan sepeda motor.

“Jangan biarkan anak – anak kita yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor ke sekolah. orang tua harus tanggung jawab terhadap keselamatan mereka,” lanjut AKBP Burkan.

Perlu dijadikan perhatian serius, jangan sampai anak – anak menjadi korban keganasan jalan raya, dan yang terpenting lagi, hal ini mencegah anak – anak memanfaatkan kendaraan sebagai sarana pendukung aksi kenakalan atau kriminalitas remaja. Aksi klithih yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu tidak perlu terjadi, jika anak – anak bisa merasa nyaman di rumah dan berkomunikasi dengan orang tuanya. Termasuk di dalamnya pengawasan masyarakat terhadap peredaran minuman keras, untuk tidak segan melaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kapolres juga menyoroti potensi konflik yang timbul dari posisi Kalasan sebagai wilayah perbatasan dan peredaran minuman keras.

“Apalagi posisi Kalasan sebagai wilayah perbatasan, tentu ada potensi konflik berkaitan dengan warga pendatang.” tutur Kapolres.

Kapolres berharap, dengan kesadaran yang dibangun secara bersama antar elemen masyarakat dan pemerintah, dalam hal ini Pemda, Kepolisian dan Lembaga lainnya, maka keamanan lingkungan bukan hal sulit untuk diwujudkan dan dipertahankan.

penulis: dheny-MF
editor: iqbal96
publish: jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password