Polisi Grebek Rumah Sindikat Kejahatan Cyber Fraud asal Taiwan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Metro Jaya Jumat (10/03/2017) Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar sindikat cyber fraud jaringan WNA di Jakarta.

Tersangka diamankan dari lokasi yang berbeda-beda. Di lokasi pertama, yakni Jalan Manyar 4, Penjaringan, Jakarta Utara diamankan 32 WN Taiwan terdiri dari 27 pria dan 5 wanita. Polisi juga menyita barang bukti berupa 25 paspor Taiwan, 45 telephone line, 6 laptop, 45 VPN Caller, dan 2 HT.

Tak jauh dari lokasi pertama, yakni di Jalan Manyar 7, Penjaringan, Jakarta Utara diamankan 4 orang terdiri dari 2 pria dan 2 wanita. Di lokasi kedua ini, polisi menyita barang bukti berupa 5 paspor, 1 laptop, 6 ponsel, 5 buku tabungan, 1 unit decoder CCTV, 4 kartu identitas Taiwan, 1 tas, 1 kalung, dan 2 lembar dokumen berbahasa China.

Kemudian 20 WN Taiwan terdiri dari 16 pria dan 4 wanita diamankan di Hotel 88 Mangga Besar, Jakarta Pusat. Polisi juga menyita barang bukti berupa 9 paspor, 3 laptop, dan 15 ponsel.

Polisi kemudian mendatangi sebuah rumah di Jalan Kemang, Jakarta Selatan. Namun rumah tersebut dalam keadaan kosong. Padahal menurut informasi yang diterima kepolisian, sindikat penipu asal Tiwan ini sempat mendatangi rumah tersebut.

Lokasi kelima, polisi berhasil mengamankan 3 WN Taiwan terdiri dari 2 pria dan 1 wanita di Apartemen Best Western Mangga Dua, Jakarta Pusat. Di sini, polisi menyita barang bukti berupa 1 laptop, 1 iPad, 6 ponsel, uang tunai Rp 25 juta, dan mata uang yuan 46 lembar masing-masing senilai 100 yuan.

Polisi kemudian mengamankan 4 orang terdiri 2 pria dan 2 wanita di Jalan Camar Elok 6 No 20, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi juga menyita barang bukti berupa 7 unit ponsel, 3 token BCA, 1 ATM BCA, 1 ATM BRI, 4 paspor Taiwan, 1 buku rekening BCA atas nama Endang Sumarna, 1 buku rekening BCA atas nama Lilik Indrawati, dan uang tunai Rp 3.190.000.

Lokasi terakhir, polisi menangkap seorang pria WNI di Dealer Mobil Mazda Sunter, Jakarta Utara. Pria ini diduga berperan sebagai pengantar dan penjemput para pelaku asal Taiwan. Di lokasi ini, polisi menyita 1 unit mobil Nissan Evalia nopol B 1926 FYD, 2 paket narkoba jenis sabu, 1 set bong (alat isap sabu), dan 1 ponsel.

Para pelaku diduga melakukan cyber fraud terhadap WN China yang ada di negaranya. Para pelaku mengaku sebagai pejabat, lalu memeras para korban. Aktivitas tersebut dilakukan Indonesia, dengan harapan jejaknya tidak terlacak. Mereka menggunakan telekomunikasi dengan korban melalui PSTN.

“Para sindikat ini awalnya mendapatkan data-data nasabah bank di China dan Taiwan. Mereka kemudian menghubungi para target dengan menyamar seolah-olah dari instansi penegak hukum di Taiwan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Penulis : Fitri

Editor   : Iqbal96

Publish : Cindy

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password