Tangkal Radikalisme, Ormas seluruh Boyolali adakan silaturahmi dengan Tokoh Agama

tribratanews.polri.go.id Boyolali, Bertempat di Kantor Kesbangpol Kabupaten Boyolali telah berlangsung kegiatan silaturrahmi ormas Boyolali dengan tema “Silaturrahmi Ormas dalam rangka Menangkal Faham Radikalisme dan menciptakan, menjaga kondusifitas wilayah Boyolali” yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Boyolali.Rabu(8/3)

kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Boyolali yang diwakili Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Suwarno, Kasat Intelkam Polres Boyolali AKP M. Cholid, SH, KH Habib Ikhsanudin selaku Ketua MUI Boyolali, KH Habib Masturi Ketua FKUB Boyolali sebagai Nara Sumber, Rohmad sebagai Nara Sumber dari Akademisi Universitas Boyolali,

dan juga Ormas yang terlibat dalam kegiatan antara lain Pemuda Anshor Boyolali ,Didik Setiawan, Banser Boyolali, Khoirudin, Kokam Boyolali , M. Nur Huda, Pemuda Muhammadiyah Boyolali ,Syarip Widodo, LDII Boyolali , Jumadi, PD Muhamadiyah Boyolali ,Slamet Widodo, Pemuda Pancasila Boyolali ,Edi Waluyo, IPNU Boyolali , Lusiana Dewi, OPRB , Wawan Mawardi, dan tamu undangan yang berjumlah 30 orang.

Dalam sambutanya Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Suwarno menyampaikan bahwa Hidup berbangsa dan bernegara pasti ada persoalan yang harus dihadapi, kita sebagai bangsa yang berkualitas kita harus bisa membangun bangsa kita secara bersama sama , bukan hanya pemerintah saja,

Selain itu Kita jangan saling salah menyalahkan orang lain, sehingga energi kita kuat seratus persen untuk membangun bangsa, Bangsa Indonesia tanggungjawab kita, boyolali rumah kita dan kita secara bersama sama membantu bapak bupati boyolali sehingga menjadi loh jinawi, Kita harus bisa menjadi teladan dan contoh di lingkungan kita,”paparnya

Kemudian Ketua FKUB Boyolali KH Habib Masturi juga menyampaikan bahwa FKUB bertugas memelihara umat beragama di boyolali, Umat agama dan ormas di Boyolali jangan saling menyalahkan dan memojokkan satu sama lainnya, Beda agama, beda keyakinan tidak boleh ribut dan tidak boleh saling berantem, dan Setiap keyakinan jangan saling mengklaim keyakinannya yang paling benar.

Keributan yang melibatkan ormas dan keyakinan tertentu sangat memalukan, Keyakinan yang berlebih-lebihan tidak baik, bisa menjadi embrio terorisme dan kita harus salinng toleransi antar umat beragama, Kepada para pemuda dan perwakilan ormas yang hadir bisa menyampaikan kepada anggotanya supaya menjadi penyeimbang dan dahulukan ahlak terlebih dahulu daripada fikih,” pungkasnya,

KH Habib Ikhsanudin selaku Ketua MUI Boyolali juga memberikan sambutannya antara lain Sebagai Umat islam dan warga negara indonesia kita harus melihat kelemahan kita yaitu memudarnya ukuwah islamiyah, mudah tercerai berai, munculnya mahzab yang saling inging menonjol dan berlomba, pemimpin yang pikirkan diri sendiri,

Kelemahan ini kita singkirkan dan kita tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan tulus dan iklas, Aliran mahzab silahkan dakwah dan jangan saling menjelek jelekkan dan dalam dakwah dengan cara yang santun,

Bila ada permasalahan dibicarakan dengan musyawarah, Tergelincirnya pemimpin merupakan pecahnya perahu ditengah lautan dan dengan kesadaran kita jaga ukuwah kita demi bangsa, Bimbinglah adik adikmu, bimbinglah umatmu dengan cara yang baik,” paparnya.

Dan yang terakhir dari Akademisi Universitas Boyolali Rohmad,SpdIMG_20170309_110617,MH juga memaparkan tentang Tren potensi konflik horisontal dan vertikal di indonesia sudah nampak muncul di indonesia, Mereka menganggap dirinya sendiri lebih tinggi sehingga menciptakan gerakan radikalisme atasnama tuhan.

Pemahaman yang berpotensi sempit, ketidak adilan sosial, memicu tindakan radikal, Radikal gagasan merupakan orang yang hanya beri gagasan saja namun tidak terlibat, Membaca ayat harus disesuaikan dengan situasi, jangan gunakan ayat tertentu sebagai dasar, Pengetahuan yang diperoleh disini, sebagai counter dilingkungan untuk cegah Radikalisme.

ShuRo_PID

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password