Ops Simpatik 2017, Satlantas Polres Soppeng Bagikan Kartu Call Center

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Satlantas Polres Soppeng dipimpin Kasat Lantas AKP Muhammad Yusuf, didampingi Kanit Regident IPDA Arafah memimpin pelaksanaan operasi simpatik, yang dilaksanakan di Jl. Lamumpatue Kecamatan Lalabata Soppeng, Kamis (9/3/17).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggelar razia simpatik kepada pengguna jalan dengan mengedepankan teguran pembinaan sekaligus membagikan kartu call center Satlantas Polres Soppeng 082 296 482 828.

Personil Satlantas Polres Soppeng juga menggunakan papan bicara untuk menghimbau pengendara agar menyalakan lampu kendaraan, pengendara yang melintas satu persatu diperiksa kelengkapan kendaraannya sekaligus diberikan himbauan agar senantiasa meng Klik Helm dan memasang Safett Belt.

Sesuai dengan sandinya, Operasi Simpatik lebih menekankan cara bertindak yang humanis dan bersifat preemtif serta preventif yang sifatnya lebih kepada teguran dan imbauan dengan mengedepankan upaya simpatik berupa senyum, sapa dan salam. Tujuan operasi ini tentunya untuk terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar dengan indikator menurunnya jumlah kecelakaan lalu lintas, baik kualitas maupun kuantitas.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan agar terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan membangun opini melalui penegakan hukum lalu lintas secara proporsional dan profesional.

Adapun sasaran dari operasi meliputi kelengkapan STNK, SIM, Helm (SNI), Spion, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan knalpot serta pelanggaran rambu – rambu lalu lintas. Knalpot yang tidak sesuai standar pabrikan akan mendapat penindakan. Syaratnya antara lain standar kebisingan suara dan emisi gas buang. Hal ini bahkan sudah ada dalam Peraturan Menteri Lingkungan No. 7 Tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan Kendaraan bermotor tipe baru.

Menurut pengamat Kepolisian Neta S Pane Operasi Simpatik merupakan satu solusi untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Namun operasi simpatik yang dilakukan Polri harus benar-benar simpati, sehingga tidak mengedepankan sikap refresif atau penindasan.

Cara-cara simpatik, menurut Neta, akan lebih menarik simpati masyarakat pada Polri ketimbang mengedepankan tindakan hukum. Jika masyarakat sudah simpati, akan sangat mudah bagi Polri untuk menggugah kesadaran masyarakat. Sesuai Undang-undang Lalu Lintas, harusnya pelanggar dihukum tilang. Tapi di masa Operasi Simpatik berlangsung hanya mendapatkan teguran saja dan jika masa operasi selesai baru Polisi melakukan penegakan hukum dan menilang kembali para pelanggar.

Operasi simpatik, lanjut Neta, dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan laulintas khususnya akibat tidak terkendalinya jumlah kendaraan bermotor hingga kesemsarawut lalu lintas dan jalan raya. Imbasnya, situasi tersebut kerap membuat para pengendara menjadi stres.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password