Berpisahnya Ibu dan Bapak Tidak Menyurutkan Cita Cita Bripda Ulfa Menjadi Polwan

88e33e77-8b6c-4b2b-937b-a349354de5e9Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng, Dibesarkan dari keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dan ekonomi yang sering terbalut dengan hutang, bahkan diketahui ia mempunyai latar belakang broken home karena kedua orang tuanya telah berpisah sejak ia masih kecil.
Tak membuat gadis muda bernama Ulfa Meladi atau akrab disapa Ulfa  ini surut untuk mencapai cita cita. Dia mencoba menepis semua itu, berusaha bangkit dari sisi kehidupan yang tidak diinginkan kebanyakan seorang anak yang mulai tumbuh dan berkembang. Ia memotivasi dirinya untuk terus maju tanpa melihat masa lalunya.6ac49313-cd03-40c4-b05d-ef438cdf5932

Sejak ibu dan bapaknya bercerai, Bripda Ulfa mencoba berjuang untuk membantu ibu dan adiknya meringankan beban dipundak ibunya. Berbagai cara dan aktikfitas yg positif dikerjakannya tanpa harus merasa malu. Ia mencari tambahan dengan berjualan makanan ringan diseputar kantor tempatnya bertugas.

Dibalik semua itu, Bripda Ulfa memiliki torehan prestasi yang diraih sewaktu menduduki bangku SMA di cabang atletik lari jarak jauh, sepanjang 200 meter yang ditempuh hanya dalam waktu 19 menit.

Cita-cita yang dibangunnya sejak SMA untuk menjadi seorang polisi wanita diniatinya sebagai suatu upaya meringankan beban keluarganya. Dia memaksimalkan dirinya agar bisa lulus dan mengenyam pendidikan sebagai seorang calon Polwan. Tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun dalam menggapai cita-citanya. Iringan doa ibunya, tetesan keringat, itulah yang ia lakukan demi meraih harapan hidup dan masa depannya. Meski diawal Tes, Ayahnya sempat mengejek bahwa Dia tak akan lulus menjadi Polisi Wanita.

Tak hanya itu, Sifatnya yang penurut, rajin, periang dan berdedikasi membantu pekerjaan kantor dan teman-temannya membuat dia sangat disayangi rekan kerja. Walau harus terpisah dari suami yang baru dinikahi 1 bulan lalu yakni seorang anggota yang bertugas di korbrimob dan saat ini di-BKO-kan di Polda Bali dalam rangka melatih pers Polda Bali dalam memberantas teroris.

Di tiap kesempatan, ia senantiasa berkomunikasi dengan suaminya melalui videocall, terkadang ia berlinang airmata karena ketidakberdayaan keuangan, biaya untuk lebih sering bertemu dengan sang ARJUNA, suami tercinta. Jaraklah yang memisahkannya untuk senantiasa bisa bersama seperti pasangan suami istri pada umumnya.

Rasa ingin selalu bersama dan bertemu suami kadang kandas, Hal ini karena biaya yang cukup mahal dan tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat. Seperti diucapkan Bripda Ulfa, gajinya hanya tinggal separuh karena sebagian gajinya harus disisihkan untuk menanggung orang tua dan adiknya.

Pernikahanya hanya dilakukan dengan acara yang sederhana karena ketidakberdayaan untuk melakukan resepsi. Acara resepsi belum bisa dilakukan karena menunggu dan masih mengumpulkan uangnya yang dia tabung dari berjualan makanan dan minuman ringan di lingkungan kantornya.

Meski berat kehidupan yang dijalaninya, namun dalam kesehariannya Bripda Ulfa selalu ceria. Beban yang ditanggung untuk menghidupi ibunya yang tinggal berdua dengan adiknya. Dia harus membantu meringankan biaya ibu dan sekolah adiknya. Semua dilakukan dengan penuh ketabahan dan kesabaran serta keprihatinan. Ia yakin dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan Maha Tahu dan Maha Mendengar. Tuhan sudah merancang kehidupan manusia yang diciptakanNya.(*)

Penulis : Tim

Editor : Kang Ikbal

Publish : Alam/veri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password