Polsek Banjarharjo Brebes Amankan Seorang Pria Diamuk Massa Terprovokasi Isu Hoax Penculikan

Tribratanews.polri.go.id Brebes – Seorang pria gelandangan orang gila diamuk massa akibat informasi bohong atau hoax tentang penculikan anak. Informasi itu menyebut penculikan anak dilakukan oleh gelandangan atau orang dengan modus berpura-pura gila. Kejadian tersebut kembali terulang di Desa Tegalreja Kecamatan Banjarharjo Brebes.

Kepala Desa Tegalreja Mansyur Ibrahim menyatakan bahwa memang telah terjadi amuk massa terhadap seorang yang belakangan diketahui merupakan tunawisma.”Ya memang benar informasi itu terjadi di Dukuh Jantilan Desa Tegalreja, saya tadi dapat kabar dari warga. Karena kebetulan saya tidak di rumah, lagi di luar kota sedang melayat,” ucap Mansyur, Selasa,(7/3).
Mendapat informasi peristiwa nahas itu dari warga melalui sambungan telepon, dirinya pun langsung menelepon pihak kepolisian untuk mengamankan korban.

Sementara itu Kapolsek Banjarharjo AKP Kamal Hasan menegaskan seorang gelandangan yang dihakimi massa merupakan warga yang dicurigai akan melakukan penculikan anak sebagaimana informasi dari berita Hoax yang beredar.

Kendati demikian korban sempat diamankan oleh pihak kepolisian dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dera As-Syifa Banjarharjo untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban sudah kita amankan dan mendapatkan perawatan. Dimana nantinya korban akan kita serahkan ke Dinas Sosial,” ujar Kamal.

Kronologi kejadian itu bermula saat korban mondar-mandir di sekitar Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, kata dia, akibat termakan berita hoax masyarakat lalu meneriaki korban dengan sebutan penculik. Merasa dikejar dan sebelum tertangkap korban sempat melarikan diri.

“Yang jelas korban merupakan seorang gelandangan. Akibat termakan berita hoax banyak warga yang mengira orang gila itu hanya berpura-pura untuk melakukan penculikan,” ungkapnya.
Karenanya, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak lantas percaya akan isu-isu yang menjerumuskan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

Untuk itu, pihaknya selain mensosialisasikan ke warga juga akan memberikan selembaran kertas pengumuman agar tidak mudah percaya akan berita hoax.

“Nanti kita akan berkordinasi dengan aparatur desa yang ada di Banjarharjo untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tentu benar tersebut,” imbuhnya.

Kapolsek menerangkan, jika aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh sejumlah warga kepada seseorang dapat dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara.

“Bisa saja pelaku pengeroyokan atau penganiayaan itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan,” Jelas Kamal.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password