Sambil Cek Lokasi Banjir Di Dusun Srimenanti Kecamatan Betara, Kapolres Tanjabbar Sambangi Rumah Warga

0tribratanews7845Tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi – Kuala Tungkal – Tingginya curah hujan saat ini khususnya di wilayah Kabupaten Tanjab Barat di beberapa lokasi berdampak banjir, sehingga perlu pemantauan secara langsung dilokasi yang menjadi langganan banjir yaitu di dusun Sri menanti Desa Sedang Jaya Kec. Betara pada Rabu (8/3)

Kapolres Tanjab Barat AKBP Agus Sumartono SIK SH MH dengan didampingi Kapolsek betara AKP Pandit Wasianto SIK, Kepala Dusun Jamhari, personel Polsek dan warga masyarakat meninjau langsung lokasi yang saat ini masih direndam banjir dan sambangi warga yang kebanjiran.

Beberapa lokasi seperti Sekolah Dasar 145 Srimenanti , rumah pak Saripin, rumah pak Hatta, pak Rohani dan pak Tamlan yang berhadapan langsung dengan Sungai Betara merupakan langganan banjir setiap tahun.

0tribratanewsjambi11 ” Memang dalam setahun sudah 2 kali banjir pak, biasanya setahun sekali, saat ini cuaca tak menentu”  ungkap Pak Saripin.

Menurutnya, banjir terbesar pada tahun 1995, sehingga rumah yang ditempati hampir separuh tergenang air.

Ketika menyusuri tepian sungai,  terlihat air masih meluap walaupun kondisi air sedang surut. Juga jalanan yang menuju sungai tenggelam oleh air yang hanya bisa dilalui menggunakan perahu.

Beberapa keterangan dari warga menyatakan bahwa banjir di penghujung tahun 2016 dan awal tahun 2016 lumayan besar bila di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Akibat banjir, kerugian yang dialami masyarakat berupa terendamnya tanaman, kebun dan beberapa pekarangan warga.

Kapolres menyempatkan untuk menyambangi warga yang pekarangannya terendam bsnjir dengan melakukan dialog singkat.

” Apakah bapak tidak takut tingggal berhadapan dengan sungai, sewaktu waktu bisa mengancam jiwa raga ” Pertanyaan Kepada Warga.

0tribratanewsjambi1Warga pun menjawab, kita sudah 25 Tahun tinggal disini Pak Kapolres, insyallah  tidak terjadi apa apa.

Setelah melakukan peninjauan dengan menggunakan sampan, Kapolres menyempatkan berdialog dengan masyarakat.

Dilihat dari mata pencahariannya, masyakat desa Srimenanti mayoritas bercocok tanam, berkebun dan sebagian buruh. Bila kondisi banjir, kegiatan yang dilakukan adalah mencari kayu dan memanen hasil perkebunan yang masih bisa di ambil hasilnya seperti kopi, kelapa sawit, pinang, palawija dsb.

Menurut pak Kadus, sampai saat ini listrik masih menggunakan tenaga diesel, sedangkan dari PLN belum masuk.

” Saya sudah ajukan permohonan ke Perusahaan terdekat namun belum terealisasi” ungkapnya.

Beberapa keluhan warga ditampung Kapolres, selanjutnya akan disampaikan ke Pemda dan DPRD Tanjabbar.

Penulis : Humas Res Tanjabbar

Editor   : Kang Iqbal96

Publish : Lilik Adhi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password