Polda dan Bea Cukai Ternate Sepakat Berantas Narkoba yang Masuk di Malut

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Peredaran Narkoba di Maluku Utara memang menjadi salah satu permasalahan yang sulit untuk di tangani bahkan ini sudah menjadi jamur di musim penghujan.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Malut ini, Direktur Narkoba Polda Malut, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi.

“Tadi saya koordinasi dengan pihak Bea Cukai Ternate, dan kita juga membahas terkait dengan antisipasi-antisipasi peredaran narkoba yang masuk dari luar Negeri ke Maluku Utara,” ungkap Direktur Narkoba Polda Maluku Utara.

Direktur Narkoba juga menambahkan, dalam pembahasan tersebut, juga sempat dibahas terkait dengan operasi bersama untuk melakukan pencegahan Narkoba di wilayah Maluku Utara serta saling bertukar Informasi.

“Pembahasan juga dilakukan untuk pengawasan paket kiriman khususnya yang berasal dari Luar Negeri, baik melalui Kantor Pos maupun Jasa Pengiriman lainya, sebab menginggat adanya paket-paket kiriman dari Luar Negeri yang masuk ke Ternate,” akunya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bea Cukai Ternate Nyoman Adhy juga merasa bangga atas kunjungan dari Dirnarkoba Polda Maluku Utara tersebut, sebab dengan kedatangan ini dapat membuka kerja sama yang selama ini sudah berjalan.

Kepala Bea Cukai Nyoman menambahkan, Pembahasan narkoba ini merupakan hal yang penting, sebab Bea Cukai dan Kepolisian ini juga mempunyai peran yang sangat strategis dalam melakukan pencegahan masuknya barang jenis Narkoba.

“Kita akui, kita dari Bea Cukai tidak bisa kerja sendiri, begitu juga dengan Kepolisian, makanya dengan sinergitas seperti ini kita akan sangat merasa lebih kuat dalam melakukan pencegahan dini masuknya barang haram tersebut,” cetusnya

Nyoman juga menyampaikan, dalam pertemuan itu, kita juga sempat membuka wawasan kerja lebih jauh lagi dengan melibatkan instansi terkait dalanya, seperti TNI AD, TNI AL, Imigrasi dan BNNP Maluku Utara.

“Ternate posisinya sangat strategis untuk melakukan perdagangan antara Asia Pasifik seperti Jepang, Korea, Cina dan Philipina, dan jumlah Negara yang melintasi di Maluku Utara ini akan mencari keuntungan tersendiri yang bisa membuka pintu masuk Narkoba,” katanya.

Disentil terkait dengan Kabupaten Pulau Morotai yang berbatasan langsung dengan Negara Philipina, Nyoman menyampaikan, dari nformasi terakhir yang diterima Narkotika Jenis Sabu di hasilkan di Philipna.

“Philipina memiliki dua pintu masuk ke Indonesia, yakni Morotai dan Talaud Kepulauan Sangir, dan barang haram ini akan di edarkan melalui penumpang-penumpang domestik yang masuk melalui sangir dan Morotai,” paparnya.

Dengan kerjasama yang dibangun ini, kedepan kita akan lakukan pengawasan seketat mungkin pada Kab. Morotai.

“Selain melakukan konsolidasi nyata, kita akan melakukan pendekatan dini yang di mulai dari tingkat keluarga, samapi pada lingkungan, sehingga dapat menutup segalanya yang memang merupakan kendala,” pungkasnya.

 

 

Penulis  : Humas Polda Maluku Utara
Editor    : Kang ikbal96
Publish  : Mandala Putra

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password