Polres Beltim : 2 Pelaku Curi Leptop Milik Sekolah Berhasil Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id : Hanya berselang tiga jam, Senin (6/3/2017) siang,  setelah mendapatkan laporan kehilangan laptop di SDN 15 di Dusun Padang RT 01, Desa Jangkar Asam, kecamatan Gantung,  jajaran Polsek Gantung, Polres Belitung Timur berhasil menggelandang dua orang terduga pencurian laptop tersebut.

Berkat bantuan informasi dari korban dan masyarakat, kedua tersangka  berinisial YK (18) dan GI  (16) berhasil ditangkap petugas dirumah salah satu tersangka  GI di Dusun Padang RT 01, Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung, Senin (6/3/2017) siang.

Selain berhasil menangkap kedua tersangka, petugas Resintel, Polsek Gantung juga berhasil  menyita barang bukti (BB)  satu buah Laptop merek Tosiba bewarna hitam, satu buah charger beserta kabel dan satu buah obeng berwarna hitam yang disimpan di dalam lemari pakaian tersangka GI.

Setelah diintrogasi petugas akhirnya, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Mereka mengaku aksi nekatnya itu dilakukannya di SDN 15 Gantung, Dusun Padang RT01 Desa Jangkar Asam dengan cara mencongkel pintu menggunakan obeng.

Kapolsek Gantung  Iptu Robby Setiadi Purba, SE yang didampingi Kanit Reskrim Bripka Zuhri mengatakan,  saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari dua tersangka tersebut satu diantaranya masih berstatus dibawah umur.

“Keberhasilan petugas menangkap kedua tersangkap dalam waktu singkat berkat informasi yang diperoleh dari masyarakat dan korban,” papar Robby  seraya mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan dan hanya berselang tiga jam pelaku berhasil dibekuk.

Akibat perbuatan kedua tersangka dari  hasil gelar perkara internal penyidik Polsek Gantung yang dipimpin Kapolsek , penyidik berkesimpulan kedua terlapor akan dijerat   dengan pasal 363 ayat (2) dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun dikarenakan tindak pidana tersebut dilakukan pada malam hari didalam pekarangan oleh dua orang dengan cara merusak mencongkel jendela  menggunakan obeng.

Masih menurut menurut Robby, berdasarkan UU RI NO 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak mengamanatkan bahwa anak dengan ancaman penjara dibawah tujuh tahun wajib dilakukan Diversi sesuai ketentuan yang berlaku.

Diversi ini adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana dengan melibatkan lembaga perlindungan anak. Tujuannya  agar anak yang berhadapan dengan hukum terhindar dari stigma negatif, kepatutan, kesusilaan dan ketertiban umum serta keharmonisan masyarakat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password