Operasi Simpatik Krakatau 2017 Polres Way Kanan : Polisi Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Kepada Pelajar

IMG_5952 (2)

IMG_5935 (2)

Tribratanews.polri.go.id – Polres Way Kanan, Mengingat kasus kecelakaan di jalan raya masih didominasi oleh usia pelajar yang mayoritas mereka belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) serta masih banyaknya pelajar yang tidak menggunakan Helm, maka Satuan Lalu Lintas Polres Way Kanan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di SMA Negeri 1 Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan. Senin(06/03).

Dalam arahannya Kepala Kepolisian Resort Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.Ik, M.H. mengatakan “Dalam Rangka Operasi Simpatik Krakatau 2017, kesadaran pelajar dalam berlalu lintas sangat penting, oleh sebab itu kita sebagai Polri selayaknya memberi himbauan baik kepada masyarakat maupun pelajar sebagai pengguna jalan untuk Tertib Berlalu Lintas”,Ujarnya.

Sesuai dengan arahan Kapolres Way Kanan, Kasat Lantas Polres Waykanan AKP Suhardo,S.H. beserta Satuan Lantas lainnya mensosialisasikan Tertib Berlalu Lintas ke sekolah-sekolah yang ada di Way Kanan. Pada saat ini Polres Waykanan memberikan materi kepada Pelajar di SMA Negeri 1 Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan tentang Rambu-rambu Lalu Lintas dan  Peraturan Undang-undang tentang Lalu Lintas.

Kasat Lantas Polres Waykanan AKP Suhardo,S.H,mengatakan “Memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Menggunakan Helm yang sesuai dengan ketentuan SNI (Standar Nasional Indonesia) sangat penting sekali dalam berkendaraan”.Pungkasnya.

Dalam Kegiatan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Pelajar terlihat antusias sekali hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan pelajar terhadap pemberi materi, salah satunya Pelajar menanyakan,”Apa tindakan bagi Kepolisian tentang mobil pribadi yang menggunakan lampu rotator”, kemudian Kasat Lantas Menjawab,”Pengemudi kendaraan menggunakan sirene dan lampu rotator sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 Pasal 59 : Penggunaan Lampu Isyarat sebagimana dimaksud Undang-Undang yakni digunakan untuk kepentingan tertentu, seperti Lampu Isyarat Warna Biru digunakan bagi kendaraan Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, bagi pemilik kendaraan pribadi dilarang memasang lampu rotator.

WhatsApp Image 2017-03-06 at 11.53.37 (2)

Sanksi terhadap pelanggaran tersebut dapat di kenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 ”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pihaknya mengharapkan dengan sosialisasi ini para Pelajar dapat memahami dan mengerti pentingnya tertib berlalu lintas, Pelajar harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Penulis : Afrian Eka Putra

Editor   : Iqbal96

Publish : Ekap

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password