Polres Wonogiri Gelar Upacara Reward dan Punishment

Tribratanews.polri.go.id – Wonogiri Jawa Tengah, Jumat (3/3) pagi, suasana halaman mapolres Wonogiri tampak berbeda. Usai pelaksanaan apel pagi, para anggota tidak segera membubarkan diri. Pasalnya acara dilanjutkan dengan upacara pemberhentian tudak dengan hormat (PTDH) kepada salah seorang anggota Polres Wonogiri yang bernama Bripka Sudari. Hanya saja berbeda dengan upacara PTDH umumnya, kali ini yang bersangkutan justru tudak hadir. Sebab Bripka Sudari kebetulan sedang sakit dan menjakani perawatan di rumah sakit. Sehingga tidak bisa hadir, dan keberadaannya diwakili oleh sang istri.

Tampak dalam upacara itu, istri Bripka Sudari menyerahkan seperangkat perlengkapan dinas dari suaminya. Mulai dari seragam, sepatu serta beberapa perlengkapan yang lain. Barang-barang itu lantas diterima oleh Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Rumondor, yang juga sekaligus menandai bahwa Bripka Sudari bukan lagi anggota kepolisian. Dalam amanatnya, kapolres menyampaikan bahwa apa yang terjadi pada Bripka Sudari hendaknya bisa dijadikan pelajaran. Bahwa sebagai anggota polisi harus menegakkan aturan dan patuh pada hukum. Sehingga tidak sampai terjerumus pada perbuatan yang melanggar hukum.

“Sebagai anggota polisi, kita dituntut untuk senantiasa bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan. Sehingga tidak sampai melakukann pelanggaran hukum,” jelasnya. Bripka Sudari adalah oknum anggota Polsek Manyaran, yang terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Sudari merupakan warga Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul melakukan pencurian sepeda motor Vega R nopol AB 6781 BD milik Wardoyo, warga Dusun Pager, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, 24 Agustus 2013 silam. Bripka Sudari selanjutnya ditangkap pada 17 September 2013. Dari tangannya juga diperoleh sebuah dan 50 butir peluru kaliber 38 milimeter. Lalu diamankan pula satu unit mobil Avansa warna Hitam bernopol AD 8919 VG, satu unit Yamaha Vega AD 5348 ER, telepon genggam jenis Blackberry, tiga buah kunci Leter T, serta dua buah TNKB. Bripka Sudari lantas menjalani persidangan kode etik dan diputuskan untuk melakukan pemberhentian tidak dengan hormat. Hanya saja jelang pelaksanaan upacara pemecatan, yang bersangkutan justru harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga harus diwakili oleh sang istri. Dan dari pihak Polres Wonogiri diberikan sebuah tali asih untuk yang bersangkutan. Selain itu secara kedinasan, pihak polres juga akan membantu melakukan pengurusan Asabri, sebagai bagian dari haknya selama menjadi anggota polisi.

Selain melakukan pemecatan anggota, pihak Polres Wonogiri juga memberikqn penghargaan kepada beberapa anggota yang berperestasi. Hal ini menurut kapolres sebagai bagian dari perimbangan tindakan, yang sesuai dengan teori motivasi. “Selain memberi punishment, kami juga memberikan reward kepada anggota yang berprestasi dalam tugasnya. Ini sesuai dengan teori stick and carrot. Di mana selain mencambuk dengan tingkat kita juga harus memberikan reward berupa makanan yang dalam hal ini disimbolkan dengan wortel.

Dengan demikian akan meningkatkan motivasi dalam bekerja, untuk memberikan yang terbaik,” sambung kapolres. Adapun nama-nama anggota yang mendapat penghargaan di antaranya adalah dari jajaran Satreskrim Brigadir Aditya SriPamungkas, Briptu Hafit Rosadi, Bripka Joko Afriyanto, Bripka Agustinus Hendy, Brigadir Ari Hartanto, Brigadir Ariana Sri Anjarudin, Brigadir Eko Budianto, Brigadir Wahyu Teguh Wibowo, Briptu Graha Pambudi, Brigadir Ahmad Salim, dan Brigadir Rudihanto Kurniawan. Lalu dari Satresnarkoba ada Bripka Vaf Fedi Setiawan dan Bripka Dwi Sulistyo. Lalu dari Bhabinkamtibmas ada Briptu Dedi Irawan dari Jatipurno. Lalu Bripka Adyng Restyo dari Pracimantoro, Brigadir Yatmono dari Puhpelem, Brigadir Yuan Widarto dari Baturetno dan Briptu Edwin Syamsul dari Selogiri. Dari Satlantas ada Aipda Purwanto dan Bripka Hendra Rohadiyanto. Lalu dari bagops yang mendapat reward adalah Aipda Santoso. Sedangkan dari Satbinmas ada Aiptu Suyoto. Selain anggota polisi, pihak polres juga memberi reward kepada dua warga sipil yang berjasa membantu petugas dalam pengungkapan kasus. Yaitu Sutomo dan Tarno yang masing-masing berasal dari Selogiri.

Hadir dalam giat upacara tersebut antara lain Waka Polres Wonogiri, para Kabag, Kasat, Kapolsek dan Perwira, seluruh anggota Polres Wonogiri serta perwakilan anggota polsek se jajaran Polres Wonogiri. Dan seluruh rangkaian giat berjalan lancar, dan aman terkendali.//(iwan tribratanews).

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password