Pemalsuan SIM di Solo : Polri Menangkap Pembuat SIM dan Ijazah Palsu di Laweyan Surakarta

IMG-20170303-WA0090

Tribaratnews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Kejelian dan ketelitian dilakukan oleh anggota Sat Lantas Polresta Surakarta saat melaksanakan operasi kepolisian dijalan Adi Sucipto timur kantor Solo Pos Surakarta Selasa 28 Pebruari 2017 pukul.08.30 Wib. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu kendaraan maka petugas menyuruh Pengendara mengeluarkan surat kelengkapan diri maupun kendaraan yaitu SIM , dan STNK. Pada saat pengendara tadi mengeluarkan SIM dan di teliti oleh anggota Sat Lantas tampak ada kejanggalan dan mencurigakan atau diduga SIMnya palsu. Kemudian pengendara tadi diperiksa di Sat Lantas Polresta Surakarta. Setelah diperiksa maka petugas menyuruh pengendara tadi agar yang punya SIM yang dipakai pengendara untuk datang ke Sat Lantas pada tanggal 01 Maret 2017. Dan pemilik SIM yang diduga palsu tadi datang ke Sat lantas dan langsung dinperiksa . Dalam pemeriksaan pemilik SIM palsu ini menerangkan bahwa dia mendapat SIM dari dari seseorang yang bernama Haryono alias Heri (34) Warga Banyudono, Boyolali.Setelah di periksa di Sat Lantas maka guna penyelidikan lebih lanjut maka pemilik SIM palsu di serahkan di Sat Reskrim Polresta Surakarta. Setelah dilakukan penyelidikan maka Sat Reskrim melakukan penangkapan terhadapmHari alias Heri dengan mengamankan barang bukti Ijazah Palsu dan seperangkat Komputer. Haryono alias Heri (34), warga Banyudono Boyolali ini mengaku sudah menjalankan profesinya sebagai pembuat dokumen palsu selama setahun.

“Sudah satu tahun saya menjalani profesi ini yaitu membuat dokumen palsu,” saat ditanya pada saat press release Jumat 3 Maret 2017 pukul 13.30 Wib di loby Sat Reskrim. Kompol Agus Puryadi Kasat Reskrim Polresta surakarta menjelaskan “Dari hasil pengembangan dari pemilik SIM Palsu, maka kita tangkap pembuatnya, yaitu Hari alias Heri dari Banyudono Bouolali”. Dari hasil pemeriksaan, kata Agus, pelaku tidak hanya membuat SIM palsu.
Tetapi juga membuat ijazah palsu, kartu keluarga (KK) palsu, kartu tanda penduduk (KTP) palsu, dan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) palsu.
Sementara dari penangkapan pelaku, polisi menyita satu buah SIM C, ijazah palsu, seperangkat komputer yang digunakan untuk membuat dokumen palsu.
“Pelaku kita jerat Pasal 263 tentang Pemalsuan Dokumen dengan ancaman enam tahun penjara,” jelas Kompol Agus Puryadi.
Penulis : Sumarjo
Editor   : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

Admin Polri55694 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password