Narkoba di Kota Kediri : Bekuk 3 Pelaku Pengedar Ganja

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Tiga pengedar narkoba kembali dibekuk petugas Selasa malam (28/2). Penangkapan ketiga pelaku ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Yaitu di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto dan di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Tak hanya berhasil mengamankan ratusan butir pil dobel L, petugas juga berhasil menyita sabu dan ganja dari tangan ketiganya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menerangkan penangkapan pertama kali dilakukan kepada Fadras Fabean Ramos, 30, warga Ngronggo sekitar pukul 19.30.

Bermula dari laporan warga bahwa di rumah Fadras sering dilakukan pesta sabu-sabu. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan pengintaian di sekitar rumahnya.

Saat mengetahui Fadras di rumah, polisi langsung melakukan penggerebekan. “Kami langsung temukan dua klip sabu-sabu seberat 1,7 gram di meja kamar beserta alat isapnya,” terang Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP Siswandi.

Tak hanya itu, polisi kemudian langsung melakukan penggeledahan di sekitar kamar. Hasilnya polisi kembali menemukan satu klip plastik berisi ganja kering seberat 0,48 gram yang disimpan di bawah bantal tempat tidurnya.

Mengetahui hal itu, polisi langsung membawa Fadras beserta barang bukti tersebut ke Mapolres Kediri Kota untuk dimintai keterangan. “Tak ada perlawanan saat kami gelandang,” ungkap polisi berpangkat balok tiga di pundaknya.

Tak lama berselang, polisi kembali mendapat informasi dari warga tentang peredaran pil dobel L di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Mengetahui hal itu, polisi kembali menelusurinya. Hasilnya sekitar pukul 00.30 polisi berhasil menangkap dua pengedar pil dobel L yang merupakan kakak beradik. Yaitu Beni, 30, dan Devandra, 25. dari keduanya polisi berhasil menyita 107 butir pil dobel L di kamar Beni dan 545 butir di kamar Devandra. “Langsung kami bawa ke polres,” ungkap mantan Kasat Res Narkoba Polres Kediri ini.

Ketika ditemui di Mako Polres Kediri Kota, Fadras yang merupakan sopir travel ini mengaku mendapatkan barang tersebut dari penumpang travelnya di sekitar Juanda Surabaya.

Saat itu dia membeli ganja maupun sabu-sabu yang disita polisi itu seharga Rp 1,5 juta. Sedangkan Devandra dan Beni mengaku bekerja sama menjual pil dobel L tersebut karena tergiur dengan keuntungannya. “Saya tidak tahu kalau menjual pil itu dilarang,” ungkap Beni.

Sampai kemarin siang, polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus peredaran narkoba ini. Pihaknya masih memburu para bandar yang berani menyetok barang ke ketiganya.

Atas perbuatannya, ketiganya kini harus mendekam di tahanan Mapolres Kediri Kota. Perbuatan Fadras dijerat dengan pasal 112 dan 111 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika jenis sabu-sabu dan ganja. Sedangkan kakak beradik ini diancam pasal 196 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Kasus ini masih terus kami kembangkan,” tegas Siswandi.

Penulis : DIDIK
Editor : Iqbal96
Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password