Penemuan Alquran di Halaman Gereja Kota Kediri , MMT Pelaku Ditangkap Polisi Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota,  Warga Lingkungan Majekan, Kelurahan/Kecamatan Pesantren geger, kemarin pagi (1/3). Ini setelah ada temuan 13 kitab Alquran di halaman GKJW Pepantan Majekan. Setelah ditelusuri, ternyata pelakunya pria yang menderita gangguan kejiwaan.

Kejadian bermula saat Hesa Salfinar, 31, warga Majekan, sekitar pukul 06.00 melewati depan gereja. Saat itu dia hendak menuju rumah kakeknya. Tak sengaja, Hesa melihat teras gereja. Betapa terkejutnya ketika melihat ada setumpuk kitab suci tergeletak di teras “Mbak Hesa langsung melapor ke Pak RT,” terang Haryono, 39, warga sekitar.

Mengetahui hal itu, ketua RT langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Pesantren. Mendapat laporan tersebut polisi langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana petugas menemukan 13 kitab Alquran dan 1 buku Iqro. Tak ingin kasus ini kian melebar, polisi langsung menyelidiki. Sampai akhirnya petugas mendapat informasi dari pengurus salah satu masjid di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, bahwa sebagian besar Alquran milik mereka tiba-tiba hilang.

Saat itu, mereka mencurigai satu pria yang belakangan diketahui sebagai Mamat, 50, warga Kelurahan Bawang. Pria yang dikenal memiliki gangguan kejiwaan itu memang sempat ditegur pengurus karena membuat kotor. Diduga karena marah, dia lalu membawa belasan Alquran yang akhirnya ditemukan di halaman gereja.

“Yang bersangkutan (Mamat) sudah kami amankan. Dia kami jemput di rumahnya,” jelas Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto, kemarin. Penangkapan Mamat dilakukan Rabu (1/3) tadi malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Tak ada perlawanan dari pria pengangguran tersebut. “Sekarang kami masih mencoba memeriksanya,” tuturnya. Termasuk mendatangkan ahli kejiwaan untuk memastikan kondisi dari Mamat.

Sementara itu, tadi malam sejumlah tokoh antarumat beragama mengadakan pertemuan. Mereka berharap kasus ini tidak berkembang ke arah negatif. Seperti diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umbat Beragama Kota Kediri Salim yang mengatakan agar masyarakat Kota Kediri bersikap tenang. “Ini hanya perbuatan oknum yang memang tidak menyadari perbuatannya,” terang Salim. Untuk  itu, dia berharap masalah ini dianggap selesai dan kondisi masyarakat tetap kondusif.

Penulis : DIDIK
Editor : Iqbal96
Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password