Narkoba di Way Kanan Lampung : Lukai Polisi, Pengedar Ditembak

Tribratanews.polri.go.id – Polres Way Kanan, Pada hari kamis tanggal 02 maret 2017 kepolisian resor way kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.Ik., M.H bersama kasat narkoba Iptu  Nelson Siahaan, S.E melakukan kegiatan ekpose penangkapan pengedar narkotika diduga jenis sabu dengan berhasil menangkap satu orang TSK (tersangka) dengan identitas berinisial AR (37) warga  kp. Sangkaran bakti kec. Blambangan umpu kabupaten Way kanan.

Uraian kejadian berawal dari informasi masyarakat pada hari rabu tanggal 01 maret 2017 sekira jam 21.00 wib tentang adanya pelaku pengedaran gelap narkotika jenis sabu berada di hiburan orgen tunggal di dusun talang karet kp. Lembasung kec. Blambangan umpu kab. Way kanan dengan tsk  inisial AR memang kerap mengedarkan barang tersebut dan sudah menjadi target ditempat hiburan khususnya orgen tunggal oleh satnarkoba polres way kanan. Selanjutnya dalam melakukan penyelidikan sat narkoba dibantu anggota tekab 308 polres way kanan dengan cara mengikuti TSK, rupanya pelaku mengetahui gerak gerik  petugas dan pergi dari tempat hiburan menuju ke arah martapura menggunakan kendaraan mobil merk toyota agya warna merah nopol BE 2990 WB, saat sampai di simpang bambu kuning kec. Blambangan umpu, petugas sat narkoba dan sat reskrim melakukan penghadangan terhadap pelaku.

Namun pada saat akan diberhentikan, pelaku malah menancap gas kendaraanya, hingga membahayakan keselamatan petugas dengan menabrak dua petugas mengalami luka memar dibagian kaki sebelah kiri beserta kendaraan yang menghadang, sambil mengeluarkan senjata api dengan mengacungkan dari dalam mobil,  dari arah berbeda petugas lain melihat rekanya terancam keselamatannya maka memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menghindahkan terus berupaya melarikan diri dari hadangan.

Akhirnya untuk menghentikan pelarian pelaku diberikan tembakan tegas terukur dengan menggunakan senjata laras jenis sabhara V2 ke arah ban mobil bagian belakang sebelah kanan, rupanya  pelaku memang lihai menghindari barikade petugas dan masih sempat melarikan diri pengejaranpun kembali dilakukan,  ditengah perjalanan saat melarikan diri pelaku  membuang sebuah tas ke arah kiri jalan. Namun petugas sempat kehilangan jejak pelarian pelaku, tidak lama kemudian anggota sat narkoba mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di klinik Al – Husna Medica kampung umpu kencana kec. Blambangan umpu meminta pertolongan atas luka tembak yang dialaminya.

WhatsApp Image 2017-03-02 at 02.37.32

Selanjutnya petugas mendatangi klinik tersebut benar mendapati mobil yang digunakan pelaku dan petugas berhasil mengamankan pelaku dan melakukan penggeledahan dari dalam mobil tepatnya dibawah tempat duduk pengemudi ditemukan 1 (satu) bungkusan rokok merk clas mild didalamnya berisikan 1 paket kecil narkotika yang diduga jenis sabu. Selanjutnya petugas kembali melakukan penyisiran ditempat dimana pelaku membuang tas   hasilnya ditemukan dipinggir jalan lintas tengah simpang bambu kuning 1 (satu) pucuk senjata api rakitan dan 1 (satu) buah tas kulit warna coklat diatas rumput.

WhatsApp Image 2017-03-02 at 02.36.30 (2)

Kemudian sekira jam 23.00 wib, anggota sat narkoba, sat reskrim, sat sabhara dan sat intelkam dan sie propam melakukan penggeledahan di rumah TSK inisil AR yang berada di kp. Sangkaran bhakti kec. Bl. Umpu kab. Way kanan, dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan barang atau benda yang ada hubungannya dengan tindak pidana narkotika berupa 6 (enam) batang  pipet palstik, 3 (tiga) batang cotton bud, 1 (satu) batang kaca pirex, 2 (dua) lembar plastik kecil sisa pakai serta 1 (satu) buah amunisi kaliber 3,8. Selanjutnya bb diamankan dan dibawa ke polres way kanan, sedangkan pelaku dibawa ke RSUD ZA pagar alam kabupaten way kanan karena mengalami luka tembak dan saat ini dirujuk ke Rs. Urip sumoharjo bandar lampung.

Tersangka dapat dijerat dengan  pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika ( dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana penjara seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 Tahun) dan  Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan amunisi ( dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun).

Penulis : Adi Pranoto.w

Editor   : Iqbal96

Publish : Oto Adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password