Wakapolres Tolitoli Menghadiri Coffee Morning Dalam Rangka Membangun Koordinasi dan Sinergitas Unsur Maritim dengan Instansi Terkait

IMG-20170302-WA0105[1]

Laut yang wilayahnya jauh lebih luas dibandingkan wilayah daratan terkadang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi bagi para ahli maupun bagi kita masyarakat awam. Adanya laut merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang memungkinkan terjadinya kehidupan di muka bumi. Laut, juga memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan kita sering mendengar lagu dengan lirik, “nenek moyangku seorang pelaut” Hal ini mengindikasikan betapa laut sudah menjadi tumpuan hidup dan juga sumber daya alam bagi manusia bahkan sejak dahulu kala.

IMG-20170302-WA0104[1]

Dari hal tersebut, Lanal Tolitoli melaksanakan coffee morning untuk membangun koordinasi dan sinergitas unsur maritim dengan instansi terkait guna menjaga wilayah maritim di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini dilaksanakan di Lanal Tolitoli dan dipimpin oleh Danlanal Tolitoli LETKOL Henry Ballo SH yang dihadiri oleh Dandim, Wakapolres Tolitoli, Kepala KPPP, GM Pelindo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ketua AMM Tolitoli, dan masyarakat nelayan.

Dalam kegiatan ini direncanakan akan dibentuk tim untuk operasi di laut mengenai surat-surat, dan yang terlibat didalam tim tersebut salah satunya adalah dari Polres Tolitoli. Dalam kegiatan ini juga direncanakan kedepannya, pemerintah bersama isntansi lain akan menanam tanaman mangrove atau bakau di pantai-pantai yang mana pada saat ini tanaman mangrove di Kabupaten Tolitoli sudah sangat berkurang.

Masukan dari penyelam bawah laut Boki Dive kepada Lanal Tolitoli, agar bersama-sama mengingatkan kepada nelayan tentang bahaya menyelam menggunakan kompresor, hal ini dapat mengakibatban resiko yang sangat besar, selain pengunaan kompresor yang tidak bisa dideteksi kandungan oksigen dan nitrogen. Penyelamannya juga sangat ekstrim, lebih dari 65 meter yang di iringi teknik penyelam naik dan turun ke laut, menyebabkan banyak penyelam yang mengalami dekompresi atau keracunan nitrogen. Hal ini dikarenakan nitrogen dalam tubuh tidak terbuang dan nitrogen terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf yang berpengaruh terhadap kinerja saraf otot – otot yang mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Dengan kegiatan ini, diharapkan kedepannya rencana-rencana yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik sehingga dapat menjaga kelestarian wilayah maritim Kabupaten Tolitoli. Kerjasama dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menunjang itu semua.

Penulis : Aan

Editor : Kang Ikbal

Publish : Aan

Admin Polri53313 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password