Diterjang Banjir Sungai Brantas Jembatan Peninggalan Belanda Mrican Kediri Putus

mrican

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Jembatan Mrican yang melintang diatas Sungai Brantas, tepatnya di Desa Jongbiru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri amblas dihantam arus air. Akibatnya, jalur alternatif penghubung tiga daerah, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang itu terputus.

Menurut Suparman, pedagang soto daging di sekitar, sebelum amblas, sempat terdengar bunyi gemeretek seperti baut yang terlepas dari besi. Tidak lama kemudian setengah dari jembatan raib terbawa arus.

“Sejak dua hari lalu deber air di Sungai Brantas meningkat. Arus sungai juga menjadi deras. Oleh karena itu, masyarakat setempat sudah menghimbau agar jembatan tidak dilintasi. Ternyata benar, malam ini sekitar pukul 23.30 WIB jembatan putus,” kata Suparman.

Setengah dari jembatan sudah amblas. Begitu juga dengan tiang penyangganya. Bagian yang terputus ini berada di sebelah barat, masuk wilayah Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Sementara, bagian timur yang masuk Desa Jongbiru masih berdiri.

Putusnya Jembatan Mrican ini mengundang rasa penasaran dari warga. Mereka berdatangan di jembatan untuk melihat dari dekat. Masyarakat juga mengabadikan gambar jembatan yang terputus menggunakan kamera HP. Sebagian lain justru narsis dengan berfoto selfie.

Aparat kepolisian dari Polsek Mojoroto, Satpol PP Kota Kediri tampak berjaga di sebelah barat. Sementara dari Polsek Gampengrejo bersama Tagana berjaga di sisi sebelah timur. Masing-masing pintu jembatan telah ditutup menggunakan bambu dan poster bertuliskan penutupan jembatan.

mrican1`
“Putusnya Jembatan Mrican ini disebabkan oleh arus deras Sungai Brantas yang menghantam tiang penyangganya. Sebelumnya, kondisi jembatan memang sudah dalam keadaan mengkhawatirkan. Setengah dari jembatan sudah melengkung karena tiangnya terus tergerus arus sungai,” ujar Babinkamtibmas Mrican Bripka Kabul.

Menurut warga, banyak pangkal bambu yang mengangkut di tiang jembatan sebelum amblas. Kayu-kayu juga ikut tersangkut. Diduga, tiang penyangga jembatan tidak mampu menahan pangkal bambu dan kayu, sehingga akhirnya terhanyut, dan jembatannya runtuh.

Berdasarkan prasasti marmer yang menempel di sisi timur pagar jembatan menunjukkan bangunan penyeberangan di Sungai Brantas itu diresmikan 15 Oktober 1898 silam. Prasasti yang masih terawat bagus itu tertulis, De Eerste Steen Gelegd Door, Marie Cornelie De Rueter De Wildt, 15 Oktober 1898.

Sebelumnya, Jembatan Mrican sempat ditutup oleh Pabrik Gula Mrican Kediri karena kondisinya mengkhawatirkan. Penutupan jembatan peninggalan zaman Kolonial Belanda ini sempat menuai protes. Sebab, penutupan jembatan melumpuhkan perekonomian masyarakat sekitar.

Penulis : DIDIK
Editor : Iqbal96
Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

Admin Polri25091 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password