Operasi Simpatik Krakatau Polres Tanggamus : Gelar Pasukan, Kapolres Tekankan Polisi Promoter

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tanggamus, Kepolisian Resort (Polres) Tanggamus menggelar apel pasukan Operasi Simpatik tahun 2017, di lapangan Pemkab Tanggamus dipimpin langsung oleh Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Rabu (03/02/17).

Dalam kegiatan operasi kepolisian terpusat bersandi Operasi Simpatik Krakatau 2017 Polres Tanggamus yang berlangsung selama 20 hari itu, terhitung dari tanggal 1-20 Maret 2017, Polres Tanggamus mengerahkan 27 personil Satuan lalulintas (Satlantas) nya.

Dalam amanat Kepala Korps Lalulintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Royke Lumowa, M.M yang dibacakan oleh Kapolres Tanggamus menyampaikan bahwa, digelarnya Ops Simpatik tahun 2017 ini, tentu saja untuk menekan angka pelanggaran dalam berlalulintas, Kemacetan lalulintas dan kecelakaan lalulintas. Sehingga dapat terciptanya situasi dan kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).

tanggamus 2
Penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan peserta upacara

Dan dalam mengatasi permasalahan bidang lalulintas ini, tidak bisa dengan berdiam diri, bahkan  wajib adanya tindakan dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltincar Lantas. Seperti yang tertuang pada undang-undang (UU) nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan adalah bagaimana untuk mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas. Kemudian, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Adapun pelaksanaan Ops Simpatik 2017 ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran operasi adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas yang menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan antara lain, melawan arus lalulintas khususnya kendaraan roda dua, pelanggaran rambu-rambu lalulintas, pelanggaran batas kecepatan. Dengan dilakukannya penegakan hukum terhadap sasaran prioritas, maka pelaksanaan ops simpatik ini dapat mendorong tercapainya tujuan operasi yaitu.

Meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dijala raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas dan yang terakhir, terwujudnya situasi kamseltibcar lantas menjelang hari Bhayangkara ke 70 tahun.

“Anggota yang tergabung dalam ops simpatik 2017 ini nantinya akan dibagi dua, karena Polres Tanggamus kan membawahi dua Kabupaten, yakni Tanggamus dan Pringsewu. Dan dalam ops simpatik tahun ini, kita lebih mengedepankan tindakan persuasif kepada pengguna jalan yang melanggar dalam bentuk teguran. Tindakan lainnya yakni 10 persen tindakan represif atau penegakan hukum, 10 persen preventif dan 80 persen preemtif, jadilah polisi Profesional, Modern dan Terpecaya (Promoter) seperti yang diharapkan masyarakat” terang AKBP Ahmad Mamora.

Komandan upacara, Iptu Surudin melaporkan pacara siap dilaksanakan
Komandan upacara, Iptu Surudin melaporkan pacara siap dilaksanakan

Ia menambahkan, data pelanggaran lalulintas secara global, berupa tilang pada tahun 2015 sejumlah 5.439.052 kasus dan pada tahun 2016 diangka 6.272.375 kasus dengan kenaikan 15 persen. Teguran pada tahun 2015 sejumlah 2.526.162 pelanggaran, sementara pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404, mengalami penurunan 11 persen. Untuk jumlah lakalantas sendiri ditahun 2015 berada pada angka 98.970 kejadian dan tahun 2016 diangka 105.374 kejadian, mengalami kenaikan 6 persen. Untuk jumlah korban meninggal dunia tahun 2015 sejumlah 26.495 orang dan ditahun 2016 sejumlah 25.859 orang, jumlah tersebut mengalami penurunan 2 persen. Sedangkan untuk luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang, ditahun 2016 ada 22.939 orang dan mengalami penerunan 14 persen.

“Luka ringan di tahun 2015 sejumlah 110.714 orang, sementara pada tahun 2016 ada 129.913 orang, mengalami kenaikan 17 persen. Terakhir untuk kerugian materil tahun 2015 sejumlah Rp272.314.014.600 dan pada tahun 2016 sebesar Rp226.416.414.497, angka kerugian materil sendiri mengalami kenaikan 20 persen. Itu semua merupakan jumlah global seluruh Indonesia. Nah, diharapkan pada tahun ini, tentu mengalami penurunan dari semua pelanggaran lalulintas,” Tandasnya.

Upacara diikuti oleh personil Polres Tanggamus, Kapolsek dan perwakilan anggota polsek jajaran Polres Tangamus.

(Penulis : Usup/N.Muslih Lpg – Editor : Iqbal96)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password