Tingkatkan Kemampuan Penyidik : Polda Sumsel Mengadakan Penyuluhan Hukum

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumsel, Penyuluhan Hukum dan Upgrading Penegakan Hukum Agraria Oleh Legal Auditor Dr. Robintan Sulaiman, SH, MH, MA, MM, C.L.A di Hotel Harison Palembang. Rabu (1/3)

Turut hadir dalam acar ini Pejabata Utama Polda Sumsel dan Para Penyidik Polda Sumsel dan jajaran.

Dalam sambutannya Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwa sumber daya agraria yakni bumi, air, dan ruang angkasa serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kita membutuhkan air, serta tanah sejak lahir hingga meninggal dunia, oleh karena itu diperlukan pengaturan penguasaan, penggunaan, pemilikan dan pemanfaatan sumber – sumber daya agraria yang adil dan berkepastian.

Selain dari pada itu tanah merupakan perekat seluruh wilayah negara kesatuan republik Indonesia, para pendiri bangsa ini telah menyusun cita – cita bangsa dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, cita – cita para pendiri bangsa ini kemudian dijabarkan dalam pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar – besarnya kemakmuran rakyat “. Cita – cita bangsa dan amanat konstitusi tersebut kemudian diatur dalam UU No.5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok – pokok agraria ( UPPA), ujar Kapolda

Sebagai personel Polri, marilah kita tetap terus mengingat dan melaksanakan tugas pokok kita sebagaimana yang tercantum dalam pasal 13 UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menentukan tugas pokok Polri yakni : memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Diakhir sambutannya Kapolda menyampaikan, sebagaimana kita ketahui, konflik yang terkait dengan permasalahan tanah dan perkebunan yang ada di wilayah kita Polda Sumatera Selatan masih sering terjadi, konflik tersebut menyebar dibeberapa kabupaten dan kota. Setidaknya hampir semua wilayah kebupaten yang ada di Sumatera Selatan yakni Palemban, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Prabumulih, OKU Timur, Lubuklinggau dan Musi Rawas rentan akan konflik pertanahan, sengketa lahan umumnya terjadi antara masyarakat dan pihak perkebunan. Sengketa lahan tersebut karena tanah itu warisan turun temurun sehingga kepemilikannya ada yang berlapis, selain itu ada juga surat berlapis dan palsu sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu, perlu kejelian, ketelitian, dan pemahaman. Dengan adanya kegiatan ini saya berharap para peserta mampu mencari dan menemukan solusi dari permasalahan yang terkait dengan sengketa lahan dikesatuan masing – masing.

Penulis : Yulius

Editor   : Iqbal 96

Publish : Yulius

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password