Selundupkan Benur Lobster Ilegal, Omset Mencapai 2 Miliar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Metro Jaya Rabu (01/03/2017) pukul 10.40 wib

Polisi berhasil menangkap sindikat perdagangan baby lobster lintas negara. Pelakunya adalah MI (28) yang berperan menyediakan tempat untuk penampungan bibit lobster ilegal.‎ Omset mencapai Rp 2 miliar. Penangkapan ini merupakan yang ketujuh kali dalam tahun 2017 ini. Dari pengungkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 27 ribu bibit lobster pasir , 1.500 ‎bibit lombster mutiara, 100 toplses plastik berlubang, tabung oksigen, satu bak penampungan, blowe penyaring oksigen dan alat pendingin air.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan, MI menyediakan rumahnya di Kampung Jombang RT 01/03, Lengkong, Serpong untuk dijadikan lokasi penampungan dan perdagangan bibit lobster.
“Dia juga memperdagangkan bibit lobster itu ke dalam dan luar negeri dengan harga mahal. Sekitar Rp 4 miliar untuk paket bibit lobster,” kata Wahyu di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2016).
Wahyu menuturkan, baby lobster ini berjumlah 30 ribu telur yang dikumpulkan dari nelayan yang berada di wilayah Banyuwangi. Kemudian dikumpulkan MI sehingga nantinya dibawa ke Vietnam dengan menggunakan pesawat. “Disana pelaku yang mengaku sudah tiga bulan berbisnis ini menjualnya lagi dengan harga yang mahal secara ilegal. Akibatnya negara dan masyarakat setempat dirugikan, apalagi permintaan lobster disana sangat tinggi,” tuturnya.
“Selain itu, negara juga rugi karena warga sekitar tak mendapatkan gizi dan kesempatan untuk menikmati lobster dalam negeri,” tambah mantan Kapolres Jakarta Selatan ini.
‎Menurut Wahyu, lobster dengan berat diatas 200 gram sebenarnya boleh dimakan dan dikonsumsi. Namun, dibawah itu sangat dilarang.
“Apalagi ditangkap, sama sekali gak boleh ,” tuturnya.
Po‎lisi kini tengah mengejar pelaku yang tengah buron yakni ES alias PC. Ia merupakan pemilik lobster.
‎Pelaku MI dijerat dengan pasal 88 Jo pasal 16 ayat 1 UU No 31 tahun 2014 tentang perikanan Jo Permen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 / PERMEN-KP/2015 tentang penangkapan lobster ilegal. “Ancaman kurunganya maksimal 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliyar,” kata Wahyu.
Rencananya polisi beserta petugas Kementerian Perikanan akan melepas 27 ribu bibit lobster dan 1.500 bibit lobster ini di Laut Pandeglang, Banten.

Penulis : Devianti

Editor : Iqbal96

Publish : Devianti

Admin Polri56114 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password