Sat Reskrim Polres Brebes Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Di Lokalisasi Tonjong

Tribratanews.polri.go.id Brebes – Penemuan mayat perempuan  yang tergeletak di kamar lokalisasi di kecamatan Tonjong Brebes beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Polisi telah mengamankan seorang pelaku.

Sat Reskrim Polres Brebes melakukan rekonstruksi atas pembunuhan seorang wanita yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Kamis (12/1/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di satu kamar lokalisasi tersebut pada pertengahan Desember 2016 lalu. Dari jasad korban, Kasat reskrim Polres Brebes, AKP Belnas Pali Padang menemukan tanda- tanda kekerasan berupa bekas cekikan dibagian leher dan lidah mayat yang menjulur.

Korban  diketahui bernama Siti Roinah (35) yang merupakan warga Dukuh Kalipucung, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Brebes. Tubuhnya ditemukan pemilik rumah di kawasan lokalisasi tersebut pada sekitar pukul 10.30 WIB.

Sementara, pelaku Darto alias Dika (25) merupakan warga Desa Pakujati, Kecamatan Paguyagan, Brebes. Pelaku melakukan 17 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Mulai dari kedatangan pelaku ke lokalisasi tersebut hingga meninggalkan kamar yang didalamnya sudah terdapat mayat Siti Roinah.

Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes, Iptu Triyanto yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan motif pembunuhan tersangka karena pelaku marah lantaran dicaci dan tersinggug dengan perkataan korban yang mengatakan akan memutuskan hubungan dengan pelaku.

“Pelaku dan korban yang merupakan penghuni lokalisasi sebelumnya memang mempunyai hubungan, mereka telah nikah siri. Karena tidak terima dengan perkataan korban, pelaku kalap sehingga mencekik dan menutup hidung dan mulut korban hingga sulit bernapas,” kata Triyanto.

Triyanto menjelaskan, awalnya pelaku meminta uang hasil pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor miliknya. Namun, saat ditagih uang tersebut, korban marah dan mancaci pelaku.

“Dari situlah, pelaku naik pitam dan melakukan aksinya,” jelas Triyanto.

Menurutnya, setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dan menghilang. Pelariannya terhenti, saat jajaran kepolisian dari Polsek Paguyangan menangkapnya di lokasi yang tidak jauh dari rumahnya.

“Mereka sudah menjalani hubungan lama. Pelaku diancam hukuman penjara 20 tahun karena menghilangkan nyawa korban,” tandasnya.(Hms Res Bbs)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password