Razia Prostitusi Liar di Kediri : Kelabuhi Petugas Pura-Pura Sakit

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Delapan pasangan bukan suami istri terjaring razia tim gabungan satpol PP dengan TNI-Polri, Jumat malam (24/2). Mereka tepergok berduaan di dalam kamar kos. Diduga berbuat mesum, muda-mudi itu diangkut ke markas komando (mako) satpol PP, Jl Veteran, Kota Kediri.

Tim mulai bergerak sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka langsung menuju ke kos-kosan Jalan Bandarngalim, Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Kecurigaan petugas ternyata benar.

Saat memeriksa satu kos, dipergoki dua pasangan bukan suami istri. Mereka terlihat sedang bersantai dalam kamar. Kedua pasangan tersebut pasrah saja saat diminta ikut ke mako satpol PP.

Meski demikian, De, 22, salah satu pasangan perempuan, terlihat enggan meninggalkan kos-kosannya. Dia merasa dirinya tidak melanggar aturan meski berduaan dengan pacarnya di dalam kamar.

“Akan kita jelaskan aturannya di mako, sekarang Mbak dan Mas-nya ikut dulu untuk pembinaan,” terang Sujono, anggota satpol PP Kota Kediri, kepada pasangan tersebut.

Selain itu, tim juga mengamankan dua muda-mudi yang tidak membawa kartu identitas. Mereka terjaring di sisi utara kawasan kos-kosan di Jalan Bandarngalim tersebut. Petugas kemudian bergeser ke kos-kosan di Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto.

Di titik tersebut, mereka menemukan seorang perempuan yang diduga menyimpan narkoba. Namun sempat lepas dari pantauan petugas. Sehingga tidak ditemukan barang bukti. “Di titik tersebut nihil,” kata Nurkhamid.

Petugas kemudian bergeser ke salah satu kos di sekitar Kelurahan Tamanan, Mojoroto. Ada dua titik yang disisir. Berdasarkan pengaduan dari masyarakat, ternyata benar, ada tiga pasangan di luar nikah yang diketahui dalam tiga kamar.

Mereka tidak mengelak ketika diminta untuk ke mako dengan mobil patroli satpol PP. Petugas sempat hampir kecolongan dengan tidak mengecek satu kamar di kos-kosan tidak jauh dari terminal tersebut.

Dari informasi salah satu pasangan yang terjaring, petugas kemudian kembali mendatangi kamar yang dimaksud. Ternyata benar, di dalam ada satu perempuan dan dua laki-laki.

Fat, 18 terlihat sedang terbaring dan tampak baru bangun tidur saat petugas masuk. Wajahnya terlihat masih mengantuk. Sedangkan dua laki-laki di kamar yang sama tengah bercengkerama. “Dia sedang sakit Pak,” terang Co, 18, sambil menunjuk ke Fat.

Tim yang curiga kemudian meminta Fat dibawa ke rumah sakit (RS). Karena ketiganya mengaku santri dari salah satu pondok pesantren (ponpes), petugas membawa Fat ke RS yang dekat dengan ponpes di Kota Kediri tersebut. Co kemudian membawa Fat ke mobil patroli dengan menggendongnya.

Dari hasil pemeriksaan di RS, ternyata Fat tidak sakit. Begitu pula saat di kroscek ke ponpes. Ternyata ketiganya bukan lagi santri di sana. Pasalnya sejak tahun lalu, mereka sudah meninggalkan pondok. “Makanya kemarin langsung kita bawa ke mako untuk ikut pembinaan,” tutur Nurkhamid.

PNS asli Pagu tersebut menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengintensifkan razia. Ini antisipasi terjadinya tindak asusila, prostitusi maupun perbuatan mesum. “Akan kita intensifkan pelaksanaannya,” pungkasnya.

Penulis : DIDIK
Editor : Iqbal96
Publish : DIDIK (Res Kdr Kota)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password