Narkoba di Tanggamus Lampung : Kadisdukcapil Tanggamus Resmi Tersangka dan Ditahan Hari Ini

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tanggamus, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus hari ini (28/2) resmi menetapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus IR, sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Meningkatnya status IR, berarti diikuti penahanan terhadap dirinya di Mapolres Tanggamus.‎

IR digrebek Tim Saber Pungli di ruang kerjanya Rabu (22/2) siang. Alih-alih menjaring IR dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli), polisi malah menemukan seperangkat bong dan sebuah plastik klip bening wadah sabu-sabu yang sudah sisa pakai. Turut diamankan juga dua buah amplop warna coklat, masing-masing berisi uang Rp5 juta. Bong dan plastik ditemukan dari bawah meja kerja di ruang kerja, sementara amplop berisi uang ditemukan di laci. Belakangan IR menerangkan, bahwa uang itu sengaja dipinjamnya dari seorang kolega untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sampai saat ini, polisi masih mendalami kebenaran keterangan IR. ‎‎

Kepastian meningkatnya status tersangka IR, disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kasubbag Humas Iptu Yul Martin, kemarin (27/2) siang. Hari ini IR resmi ditahan demi kepentingan penyidikan perkaranya. Sebelum menetapkan IR sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba, Satnarkoba sudah lebih dulu melakukan Gelar Perkara yang dipimpin Wakapolres Kompol Budhi Setyadi, S.Ik. MM.

“Tadi Pak Wakapolres lebih dulu memimpin Gelar Perkara yang diikuti Kasat Narkoba dan tim penyidik. Hasilnya memutuskan IR menjadi tersangka. Dasar penetapan IR menjadi tersangka adalah hasil tes urin Laboratorium UPTD Provinsi Lampung yang menyatakan bahwa urin IR positif mengandung menthamphetamin dari sabu-sabu yang dikonsumsi. Lalu IR sendiri juga sudah mengakui bahwa dia mengkonsumsi sabu-sabu di Bandarlampung, dua hari sebelum penggrebegan dirinya,” tegas  Iptu Yul Martin.

Dia juga menjelaskan bahwa, diputuskannya peningkatan status tersangka dan penahanan IR, karena dirasa sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kepolisian memiliki waktu 6 x 24 jam dari penangkapan sampai proses penahanan.

“Nah, besok (hari ini, Red) Saudara IR sudah resmi ditahan dan dilanjutkan ke proses penyidikan,” terang Kasubbag Humas.

Iptu Yul Martin juga menyebutkan, sampai saat ini IR belum menunjuk kuasa hukum untuk mengawal proses hukumnya. Kemudian untuk rehabilitasi maupun penangguhan penahanan, menurut Kasubbag Humas itu sah-sah saja. Sebab itu adalah hak dari tersangka.

“Yang saya tahu, hingga saat ini belum ada penunjukkan kuasa hukum. Kalaupun mau direhabilitasi itu hak dari tersangka. Namun, keputusan untuk rehab atau tidak, itu berdasarkan rekomendasi Tim Assesment Terpadu BNN Lampung. Kami sifatnya hanya memberikan surat pengantar. Hasil rekomendasi itulah yang menjadi dasar keputusan pengadilan,” beber Martin.

Terhadap tersangka IR dapat jerat pasal 112 ayat 1 junto 127 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Kasus yang membelit IR ini, tambahnya, juga menjadi perhatian Kapolres Tanggamus dan juga Kapolda Lampung. Sehingga Martin menjamin, bahwa polisi akan bekerja secara profesional. (*)

(Penulis : Ayp Trans / N.Muslih – Editor : Iqbal96)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password