Bawa Baju Kuliah Saat Berdinas

20170226_113738

Tribratanews.polri.go.id- SEMARANG-Brigadir Polisi Dua (Bripda) Bayu Yohan Nurramhanda,23, selalu mempersiapkan betul keperluan kuliahnya selepas tugas dinas. Yohan, sapaan akrabnya adalah polwan yang bertugas di Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polrestabes Semarang.

“Jadi selesai tugas (dinas), ganti baju di kantor untuk kuliah. Jadi berangkat dinas sekaligus bawa baju buat kuliah termasuk buku-buku. Beberapa buku juga saya tinggal di kantor,” ungkap Yohan saat berbincang dengan kontributor tribratanews.polri.go.id di Mapolrestabes Semarang,

Apa yang dilakukan Yohan bukan tanpa alasan. Sebab, Yohan tinggal di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Sementara kuliahnya di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Kampus Seteran Kota Semarang, daerah Semarang Tengah. Dua tempat itu jaraknya terpaut cukup jauh.

“Kalau pulang dulu kan jauh, jadi saya bawa ke kantor (baju dan buku untuk kuliah). Kuliahnya sore,” lanjut empat bersaudara ini.

Yohan bercerita, sebelum jadi Polwan, dia sempat berkuliah S1 Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Yohan masuk pada 2011 sampai awal 2014 alias hingga semester VI, kemudian memutuskan cuti.

Alasannya, dorongan orang tua agar Yohan mendaftar polisi. Sekali mendaftar, dia lolos dan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto. Setelah jadi Polwan, dia transfer kuliah dari Undip ke Untag jurusan yang sama. Orang tua Yohan memang anggota Polri, ayahnya berdinas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Jawa Tengah sementara ibunya bertugas di Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Gajahmungkur Semarang.

“Ini nurut orang tua, katanya kalau sudah kerja enak mau lanjut kuliah lagi bisa. Saya persiapan betul, push up, lari, kalau berenang saya memang sudah bisa. Saat tes (masuk polisi) akademik ada soal bahasa Inggris, karena saya memang sudah di Sastra Inggris ya bisa,” beber gadis yang berulang tahun tiap 18 Maret ini.

Soal cita-cita, dari awal Yohan mengaku ingin bekerja di kedutaan besar. Ini juga yang akhirnya membuat Yohan semangat belajar bahasa Inggris. Setelah jadi Polwan, cita-cita itu diakui tetap ada.

“Pingin daftar Interpol kalau sudah bisa masuk syaratnya. Saya punya sepupu dinas di Densus 88 (Detasemen Khusus 88 Antiteror), belajarnya sampai ke luar negeri. Saya juga ingin seperti itu (belajar sampai ke luar negeri), jadi bisa tahu bagaimana polisi di luar sana,” tutupnya. (eka setiawan)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password