Audiensi Mahasiswa di Solo : HMI Cabang Surakarta Beraudiensi dengan Polri Terkait Isu Negatif di Masyarakat Solo

IMG-20170224-WA0098
Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Menyikapi perkembangan berita yang hangat akhir -akhir ini terkait masalah agama , faham komunis dan gojek maka perwakilan dari HMI cabang Surakrta beraudiensi.langsung dengan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi di ruang kerjanya. Audiensi berlangsung hari Jumat tanggal 24 Pebruari 2017 pukul 13.30 s/d 14.00 Wib. Juga ada hal lain yang di sampaikan tentang pengajuan kegiatan bakti sosial yang akan dilakukan oleh HMI Cab Surakarta di Wilayah Kadipiro Banjarsari Solo. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Drs. Ahmad Luthfi, SH, SST, MK yang di dampingi Kompol Bowo Haryanto (Kasat Intelkam) menerima perwakilan HMI cab Solo yang terdiri dari
– M. Pandu I (Ketua HMI Cab Surakarta)
-Andi Bachrul G (HMI Cab Surakarta).
– Hari Sapto Purnomo (HMI Cab Surakarta).
– Zahra Khoirun Nissa (HMI Cab Surakarta).
– Hidayatul Khakimah (HMI Cab Surakarta). Permasalahan yang di sampaikan adalah :
Kelanjutan komunikasi antara Kapolres dan jajarannya yang telah menjalin komunikasi yang baik kemudian nanti kalau ada pergantian jabatan dapat terjalin kerjasama yang lebih baik lagi.
– Sebenarnya ini tanggung jawab moril kita, informasi yang masuk macam-macam, isu nasional kelompok islam, yang mengangkat isu komunis dan isu syiah.
– Menurut kami Isu komunis kami melihat expansi dari cina dari demografi semakin banyaknya penduduk cina yang masuk ke Indonesia, masih banyak isu yang lain seperti syiah. Isu komunis itu saya liat dari idiologi bergerak yang punya kontrol yang besar, melihat expansi yang dilakukan oleh cina ini, sebenarnya seperti apa penangannya dan pengontrolannya
– Kadang kita juga berfikir apakan ini setingan pemerintah atau yang lain, terkait dengan adanya isu tersebut apakah ada pemetaan dari polri.
– Terkait dengan adanya permasalahan gojek dan ojek yang terjadi saat ini dan belum ada penyelesaiannya walupun pak Rudy (Walikota Solo) telah menyatakan penolakan terhadap gojek. Dan Gojek masih melakukan perekrutan. informasi yang saya peroleh bahwa sampai saat ini jumlahnya sekitar 1500 orang.
– Selain Kita mau mengadakan acara bakti sosial di wilayah kadipiro, oleh karena itu kami mohon dukungannya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan Kapolresta mengapresiasi kepedulian para Mahasiswa ini yang tanggap dan peduli akan kemajuan dan perdamaian di Solo.
Disampaikan yang pertama saya mengucapkan terimakasih, kegiatan ini sangat bagus sekali sebagai sarana komunikasi. Sebagai mahasiswa harus bisa menjadi agen perubahan dan perubahan di mulai dan berasal dari sana (mahasiswa). Kalau ada demo saya sangat senang dan bagus sekali, karena agen perubahan berasal dari sana, menyikapi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dari mahasiswa yang menyuarakan keinginan masyarakat, jangan sampai di tunggangi kepentingan lain , kalau sudah kemahasiswaan ditunggangi oleh LSM maka nafas kemasiswaan akan hilang karena sudah ada muatan-muatan lain. Jadi harus murni aspirasi mahasiswa.
Di solo terkait dengan komunis ini tidak ada, ada kaos yang muter-muter dan gambar komunis juga tidak ada, mana yang menyatakan saya komunis juga tidak ada. Kalau ada pasti saya tindak. Kemarin di Pasar Kliwon ada namun mereka cuma menunjukkan eksistensinya. Dan perlu diingat bahwa Komunis bahaya laten maka semua harus awas dan waspada.
-Pembentukan annas (anti syiah), ada kejadian unik selama jadi Kapolresta Solo, bahwa ada isu yang menyatakan bahwa ada SD yang mengajarkan syiah, namun setelah kita cek juga tidak ada. Yang lebih parah lagi ada isu syiah dan PKI untuk menjatuhkan seseorang . Namun semua hanya isapan jempol. Selama secara faktual tidak ada pembuktiannya Polri hanya bisa mengelola saja dan mengawasinya
Pada kesempatan ini.pula Kapolresta juga mengeluarkan ide dan tantangan agar rekan mahasiswa melakukan seminar tentang isu itu dan lakukan penelitian dan hasilnya sampaikan kepada saya untuk.menjadi bahan kajian tindakan Polri. ” Lha kalau menanggapi isu kerjaan kita tidak ada habisnya” kelakar Kombes Ahmad Luthfi. Kalau adik-adik melakukan kajian saya sangat senang sekali, bikin kajian tentang komunis dan syiah tetapi jangan studi kasus. Kapolresta juga memberi gambaran di Polda metro Jaya bisa jadikan pelajaran bagi kita ada ojek dan aja gojek, ada teknologi yang kita manfaatkan. Masalah ini leding sektornya pemkot. Kita tidak bisa mengambil tindakan apa selama payung hukumnya belum jelas. Terkait hojek waktu pertemuan terkhir mekanismenya kita serahkan kepada menegemen. Kapolresta juga mendukung hiatbpositif baktinsosial yang akan dilakukan oleh HMI dan akan kami support kalau nanti membutuhkan tenaga bantuan kita akan mengerahkan anggota.
Di akhir pembicaraan Kapolresta mengaskan sekali lagi agar :
– Adik-adik mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang bersifat konstruktif dalam pemecahan permasalahan yang terjadi di masyarakat
– Dalam pengabdian di masyarat jangan sampai ditumpangi oleh pihak lain.
Acara di akhiri dengan suasana penuh kekeluargaan.
Penulis : Sumarjo
Editor : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

Admin Polri56695 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password