Mantan Irwasum Polri Puji Program Polisi Santri Polda Sulsel

Tribratanews.go.id – Makassar Sulsel, Mantan Inspketur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Polisi (Purn.) Drs. H. Anton Bachrul Alam, S.H bersama rombongan meluangkan waktu ke Makassar, Sulawesi Selatan. Mantan Perwira Tinggi Polri ini berada di Kota Makassar dalam rangka bersilaturahim dengan Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Drs. Muktiono SH, MH, Jumat (24/2/2017).

Komjen Polisi (Purn.) Drs. H. Anton Bachrul Alam, S.H adalah Purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang terahkir menjabat Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Ia adalah salah seorang tokoh kepolisian yang giat menekankan perlunya meningkatkan keagamaan para anggotanya. Salah satunya adalah himbauan memakai jilbab bagi para Polwan dan khataman Al-Quran.

Sebelumnya sosok yang pernah menjabat orang ketiga Polri ini menyampaikan tausyiahnya di Mesjid Syuhada 45 Mapolda Sulsel. Dia menyampaikan dakwah tentang indahnya hidup dalam Islam.

Pertemuan Bachrul Alam dengan Kapolda Sulsel ini dalam rangka mengapresiasi program Polisi Santri yang sedang digalakkan oleh Kapolda Sulsel.

“Masya Allah, ini program yang sangat mulia di mata Allah, kami doakan bersama-sama untuk selalu istiqamah,” ucap Anton.

Pada bagian akhir pertemuan silaturrahmi ini, salah satu anggota rombongan mantan Irwasum Polri memimpin doa bersama.

“Semoga anggota Polri di seluruh Indonesia diberikan kesehatan dan selamat dunia akhirat, Amin!” akhir doa dari Maulana, salah satu rombongan Komjen (purn) Anton Bachrul Alam.

Program Polisi Santri Polda Sulsel ini pertama kali diperkenalkan kepada seluruh masyarakat oleh Kapolda Sulsel (waktu itu masih dijabat oleh Irjen Polisi Anton Charliyan). Waktu itu, secara resmi dilaunching hadirnya Polisi Santri di seluruh Polres jajaran Polda Sulsel. Sebanyak 241 Personil pilihan dari seluruh Polres jajaran Polda Sulsel diutus mengikuti training pembekalan di Masjid Nurul Ilmi 89 SPN Batua, Senin (24/5/2016) lalu.

Para personil Polisi Santri ini nantinya mendapatkan ilmu yang akan disebar dan diamalkan ke masyarakat. Para Polisi Santri diterjunkan untuk memberikan pembinaan/dakwah guna menjaga senergitas antara polisi dan masyarakat.

”Sudah saatnya dimana ada masjid disitu ada polisi, dimana ada pengajian disitu juga ada polisi,” kata Irjen Pol Anton Charliyan, saat itu.

Dengan hadirnya Polisi Santri ini, nantinya mereka akan mengisi seluruh kegiatan-kegiatan di masjid lingkungannya masing-masing, baik sebagai muadzin, guru mengaji, imam, ataupun sebagai Dai. Lebih dari itu, juga diharapkan dapat menjadi penyelenggara kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti lomba Tilawatil Quran, lomba adzan dan lomba Dai cilik antar Satuan Fungsi dan Polsek jajaran.

Baru-baru ini, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulsel menggelar pesantren kilat di Masjid Syuhada 45 Mapolda Sulsel, Kamis (9/2/17). Pesantren kilat dilakukan untuk lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat, terutama dalam hal melakukan pembinaan kerohaniaan.

Pesantren kilat dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 9 sampai 12 Februari 2017. Sebanyak 72 Polisi Santri dari 24 Polres jajaran Polda Sulsel menimba ilmu dari tenaga pendidik yang ditunjuk.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan pesantren kilat ini aadalah “Pesantren Kilat Ditbinmas Polda Sulsel dalam Rangka Pembinaan dan Penyuluhan Polisi Santri Jajaran Polda Sulsel Tahun 2017.” Adapun pemateri Pesantren Kilat adalah Dr. Muh. Aras, Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar.

Wakil Direktur Bimbingan Masyarakat (Wadir Binmas) Polda Sulsel, AKBP Idil Tabransyah yang membuka acara ini mengungkapkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Pesantren kilat ini adalah untuk meningkatkan kualitas rohani anggota Polri dalam menghadapi tugas kedepan.

“Seandainya kita (Polisi) ini sapu maka yang kita bersihkan lebih dulu yang berada didalam lalu membersihkan yang diluar,” ucap Idil.

Guna lebih meningkatkan peranan kepolisian pada masyarakat, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulsel menggelar pesantren kilat di Mesjid Syuhada 45 Mapolda Sulsel, Kamis (9/2/17).

Untuk mewujudkan seorang polisi santri, maka Ditbinmas Polda Sulsel memilih sosok anggota polisi yang pandai mengaji dan paham mengenai ilmu agama. Sehinga ke depannya polisi-polisi santri ini saat berbaur dengan masyarakat mereka bisa melakukan ceramah, bisa muadzin dan bisa mrnjadi imam sholat.

Tapi sebelum polisi-polisi santri tersebut dilepas berbaur ke tengah-tengah masyarakat, terlebih dahulu polisi ini akan dibekali ilmu agama lebih dalam lagi dalam pesantren kilat yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari ke depan. Sehingga begitu selesai menjalani sebagai santri polisi, maka mereka akan bisa memberikan ceramah dan menjadi imam di mesjid-mesjid.

Dengan adanya polisi santri tersebut, Wadir Binmas AKBP Idil Tabransyah mengharapkan, agar imej bahwa polisi selalu berada di tempat yang riskan terjadi tindak kejahatan misalnya tempat hiburan, akan segera hilang. Justru sebaliknya, polisi-polisi santri dapat tampil memberi pembinaan rohani kepada masyarakat, termasuk menyampaikan ceramah di mesjid-mesjid dalam wilayahnya.

Sebagai daerah dengan kulturistik unik,masyarakat Sulsel mendorong program Polisi Santri menjadi kegiatan berkelanjutan. Masyarakat merasakan manfaat besar dari program ini, secara spiritual maupun adat istiadat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password