Polres Sekadau Tangkap Pemakai Akun Palsu di Facebook yang Provokasi Kebencian Etnis dan Agama

kalbar

kalbar

Tribratanews.go.id – Satuan Reskrim Polres Sekadau, Kalimantan Barat, menangkap seseorang berinisial Heng, 25 tahun, pada hari Jumat (09/12/2016). Warga Jalan Abadi Dusun Mungguk kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau itu ditangkap karena mengadu domba umat beragama, membuat ujaran kebencian, melakukan penghinaan terhadap salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri 17 Mungguk dan menyebarkan pornografi di akun facebook miliknya.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Drs Suhadi Sw, M.Si menjelaskan, tersangka Heng membuat akun Facebook palsu dengan  nama Syamsul Hadi. Melalui akun itu, Heng berceloteh menyanjung salah satu etnis dan membuat ujaran kebencian kepada berbagai etnis yang ada di Kalbar. Tujuannya, agar etnis tertentu  diserang oleh semua etnis di Kalbar ini.

“Padahal tersangka sendiri dari etnis yang dihujat,” kata Kabid Humas Polda Kalbar.

Demikian juga masalah agama, tersangka Heng mengunggah bahwa agamanya yang paling benar, agama yang lain tidak benar

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa latar belakang Tersangka Heng melakukan ujaran kebencian karena tersangka sakit hati dengan mantan istrinya yang saat ini menjadi TKW di Luar Negeri.

“Kalau dalam kampanye Pemilu, tersangka ini dikatagorikan melakukan kampanye hitam. Namun dalam kasus ini, termasuk masalah yang sangat kruisial dan sensitif karena menyangkut etnis dan agama. Hal ini kalau dibiarkan sangat berbahaya dan dapat menimbulkan konflik antar etnis dan bahkan bisa menimbulkan konflik antar agama,” kata Kabid Humas Polda Kalbar.

Oleh karenanya, pihak Kepolisian cepat mengambil langkah langkah dengan menangkap tersangka dan menahannya Berdasarkan laporan yang masuk ke pihak Kepolisian, ternyata tersangka Heng juga dilaporkan oleh Kepala Sekolah SDN 17 Mungguk karena pada hari Senin, tanggal 14 November 2016 sekira pukul 06.30 WIB, tersangka mengirim surat yang mengatas namakan Yakik Atul Nairoh, yang berisikan penghinaan terhadap guru SDN 17 Mungguk.

Berdasarkan hal tersebut pada tanggal 21 November 2016 pukul 10.00 Wib, Kepala SDN 17 Mungguk memberitahukan ke Polres Sekadau mengenai surat tersebut dan menyerahkan 1 lembar surat dan 1 lembar berisikan foto atul (foto bugil) dan pihak keluarga yang dirugikan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Selain itu, pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016 sekitar pukul 06.30 Wib, Eko Priyanto yang juga keponakan Yakik Atul Nairoh menemukan foto Atul (foto bugil) menempel di tiang Indomaret Jalan Abadi.

Berdasarkan hal tersebut, pada tanggal 23 November 2016, Sri Kantil yang merupakan ibu dari Yakik Atul Nairoh mengadukan masalah tersebut ke Polres Sekadau untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Kemudian hari Jumat (09/12/2016) pukul 16.16 Wib, muncul update status yang mengatasnamakan Samsul Hadi yang merupakan akun palsu milik tersangka, mengunggah status bermuatan SARA.

Berdasarkan ketiga hal tersebut, pihak Kepolisian melakukan penangkapan dan penahanan dengan persangkaan Penghinaan pasal 210 ayat (2) KUHP,  Pornografi pasal 29 UU No.44 Tahun 2008 dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008.

Untuk mengantisipasi terjadinya gejolak akibat perbuatan yang dilakukan tersangka, pihak Kepolisian pada hari Selasa (13/12/2016) pagi mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta anggota FKUB dan berbagai elemen masyarakat supaya tidak terprovokasi dengan ccehan tersangka di Facebook.

[pid polda kalbar]

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password